5 Tahun Lumpuh, Wisam Belum Dapat Bantuan

5 Tahun
BERBARING: Kondisi Wisam, pemuda asal Kelurahan Terumbu yang terbaring lemah, Rabu (5/6/2024). (CREDIT: EEN AMELIA JUMIANI/BANTEN EKSPRES)

Selain mengalami kelumpuhan, tubuh Wisam juga mengecil dan terdapat berapa luka akibat terlalu lamanya Wisam berbaring di atas ranjang. Wisam juga terkadang ditemukan sedang menangis dan entah apa yang ia derita.

“Dia gak bisa bicara, jadi gak tahu apa yang dikeluhkan, pernah saya tinggal tiba-tiba badannya dipenuhi semut akibat makan yang tertinggal di kasur,” katanya.

Bacaan Lainnya

Fitriyani mengaku, usai suaminya meninggal semua kebutuhan Wisam ia tanggung sendiri. Selain itu karena mobilitas Wisam terbatas, terkadang ia menyuruh tetangganya untuk membantu dirinya mengangkat Wisam menuju kamar mandi.

“Saya gak bisa bayar dengan uang tapi dengan beras,” ungkapnya.

Tentu beban ekonomi semakin bertambah, belum lagi kondisi dirinya hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak tentu.

“Untuk kebutuhan perawatan paling tidak satu bulan itu mengeluarkan Rp1,5 juta, buat beli popok, obat kejang, tisu, obat BAB karena dia ini kalau BAB harus pakai obat,” jelasnya.

Pos terkait