SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan memulai program normalisasi tiga sungai utama pada Mei 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan risiko banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.
Tiga sungai yang menjadi fokus penanganan yakni Sungai Cibanten, Sungai Karangantu, dan Kali Padek. Pendangkalan serta penyempitan alur sungai selama ini dinilai menjadi penyebab utama meluapnya air saat musim hujan.
Program normalisasi ini dilakukan melalui kolaborasi antara Pemkot Serang, Pemerintah Provinsi Banten, dan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3). Penanganan difokuskan pada pemulihan fungsi aliran air dari hulu hingga hilir agar kembali lancar.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan proyek tersebut merupakan tindak lanjut hasil peninjauan lapangan bersama Gubernur Banten serta aspirasi masyarakat.
“Pekerjaan fisik ditangani pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah menyiapkan dukungan di lapangan,” ujarnya usai rapat bersama BBWSC3, Jumat 17 April 2026.
Ia menjelaskan, normalisasi Sungai Karangantu akan dilakukan sepanjang sekitar 2 kilometer, mulai dari Bendungan Karet hingga muara. Sementara Kali Padek ditangani sepanjang kurang lebih 5 kilometer, dari jalur rel kereta api hingga ke laut.
Selain normalisasi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pendukung, seperti ruang terbuka hijau di kawasan Sukadana serta lanjutan tembok penahan di Puri Delta Kasemen.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini sepenuhnya didanai pemerintah pusat melalui BBWSC3. Pemkot Serang bertanggung jawab dalam penertiban lahan dan bangunan yang terdampak.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan uang kerohiman sebesar Rp5 juta per kepala keluarga bagi warga terdampak yang memenuhi kriteria.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menyebut normalisasi Sungai Karangantu menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan.
“Selama ini pendangkalan sungai menghambat pergerakan kapal nelayan. Dengan normalisasi, diharapkan aktivitas kembali normal,” ujarnya.
Saat ini, proyek telah memasuki tahap lelang di tingkat pusat. Pemkot Serang menargetkan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mengurangi banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan. (*)











