Sarapan Bersama di SDN Sukasari 4, Bangun Karakter dan Konsentrasi Siswa

Sarapan Bersama di SDN Sukasari 4, Bangun Karakter dan Konsentrasi Siswa
Siswa-siswi SDN Sukasari 4 Kota Tangerang berfoto saat kegiatan makan bersama di lapangan sekolah, Rabu 15 April 2026. Foto: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Bantenekspres.co.id

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana pagi di SDN Sukasari 4 Kota Tangerang tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih langsung memulai pelajaran di kelas, ratusan siswa justru berkumpul di selasar dan halaman sekolah sambil membawa bekal dari rumah. Mereka mengikuti kegiatan sarapan bersama, sebuah program yang dirancang untuk mengawali hari dengan energi positif.

Kegiatan ini menjadi inisiatif sekolah untuk memastikan setiap siswa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sebelum memulai pembelajaran. Dengan sarapan di sekolah, siswa tidak lagi menahan lapar saat mengikuti pelajaran di kelas.

Bacaan Lainnya

Suasana kebersamaan terasa hangat saat bel tanda sarapan berbunyi. Para siswa duduk rapi, membuka bekal masing-masing, dan menikmati makanan dengan penuh keceriaan. Tawa dan canda pun mengalir, menciptakan interaksi alami antar siswa dari berbagai tingkatan kelas.

Para guru turut hadir mendampingi siswa. Tak sekadar mengawasi, mereka juga memberikan contoh tata cara makan yang baik dan sopan. Momen ini menjadi bentuk pendidikan informal yang efektif, di mana nilai-nilai etika ditanamkan melalui praktik langsung dalam keseharian.

Guru Bidang Kurikulum SDN Sukasari 4 Kota Tangerang, Syahrony, mengatakan kegiatan ini memiliki dasar pedagogis yang kuat. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi faktor penting dalam menunjang kemampuan siswa menyerap pelajaran.

“Kami ingin membiasakan anak-anak untuk tidak melewatkan sarapan, karena ini merupakan sumber energi utama agar mereka fokus saat belajar. Selain itu, kami juga menanamkan nilai kemandirian dan rasa syukur melalui bekal yang mereka bawa,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihak sekolah juga dapat memantau pola makan siswa. Guru kerap memberikan edukasi tentang pentingnya membawa bekal dengan gizi seimbang, seperti nasi, sayur, dan protein, guna menunjang kesehatan dan kecerdasan siswa.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, sarapan bersama juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antar siswa. Dengan duduk melingkar dan makan bersama, sekat sosial dapat diminimalisir sehingga tercipta rasa empati dan solidaritas sejak dini.

“Di sini mereka belajar berbagi dan saling peduli. Tidak ada perbedaan, semua duduk bersama dan menikmati bekalnya. Kami berharap kebersamaan ini terbawa hingga ke dalam kelas dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis,” tambahnya.

Pos terkait