BPBD Kota Tangerang Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba

BPBD Kota Tangerang Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar saat memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BPBD. Foto: Abdul Aziz/Bantenekspres.co.id

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini perubahan cuaca tak menentu. Potensi perubahan cuaca yang cukup signifikan terjadi pada periode April ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan. selama periode ini masyarakat diimbau untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

“Penggunaan pelindung seperti topi, payung, maupun tabir surya sangat disarankan guna menghindari risiko kesehatan,” kata Mahdiar. Sabtu 18 April 2026.

Ia mengingatkan, untuk menghindari terjadinya kebakaran, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemeriksaan aliran arus listrik secara berkala. Terlebih penggunaan stop kontak yang tidak melebihi kapasitas. Selain itu, warga diminta untuk memastikan tidak terjadi kebocora pada selang kompor gas. Menurutnya, hubungan arus pendek, kebocoran gas pada selang atau regulator kerap menjadi pemicu potensi kebakaran.

Ia juga meminta masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan akibat suhu panas yang meningkat.

Dikatakannya, kondisi pancaroba juga berpotensi memicu hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Cuaca saat ini tengah memasuki masa peralihan musim (pancaroba) dari hujan menuju kemarau.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Kami juga mengimbau untuk menghindari area terbuka saat terjadi hujan petir, serta menjauhi pohon besar, bangunan rapuh, dan infrastruktur yang berpotensi roboh saat angin kencang,” ujar Mahdiar.

Cuaca ekstrem ini, kata  Mahdiar, perlu diwaspadai dengan memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BPBD atau BMKG, serta memahami langkah-langkah evakuasi sebagai upaya antisipasi jika terjadi kondisi darurat.(*)

Pos terkait