Saat ini, perputaran uang dari transaksi penjualan hingga mencapai puluhan juta rupiah per bulan dan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kami merasa terbantu dengan usaha ini sehingga bisa menyerap tenaga kerja sebanyak sepuluh orang,” terang Eros. Menurut dia, selain menembus pasar luar negeri, emping dengan logo “Ruhay” juga dipasok ke wilayah Rangkasbitung dan sejumlah daerah di Jawa Barat.
“Mayoritas konsumen emping langsung mendatangi ke lokasi produksi yakni di Desa Sindangsari Warunggunung Kabupaten Lebak,” tuturnya. Kepala Bidang Perdagangan pada
Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, membenarkan jika produk emping melinjo asal Kecamatan Warunggunung sudah menembus pasar luar negeri sejak lama. Hal itu dikarenakan kualitas emping asal Lebak tersebut sangat baik.
Reporter: Ahmad Fadillah










