Diikuti 5.343 Peserta, FORPROV II Banten Resmi Dibuka di Kota Tangerang

Diikuti 5.343 Peserta, FORPROV II Banten Resmi Dibuka di Kota Tangerang
Gubernur Banten Andra Soni didampingi Wali Kota Sachrudin membuka FORPROV II Provinsi Banten di Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Sabtu 7 November 2026 malam. Foto Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat (FORPROV) II Provinsi Banten resmi dibuka di Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Sabtu (7/11) malam. Perhelatan olahraga masyarakat yang berlangsung pada 7-10 November 2026 tersebut diikuti sekitar 5.343 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang dalam menyukseskan penyelenggaraan FORPROV II. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“KORMI hadir sebagai wadah bagi olahraga yang tumbuh dari masyarakat dan untuk masyarakat. Karena itu, FORPROV bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi festival kebersamaan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ujarnya.

Andra mengatakan, olahraga masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan warga. Terlebih, hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan pada 2025 menunjukkan masih tingginya masyarakat yang kurang melakukan aktivitas fisik.

Dia menyebut, sebanyak 95,8 persen peserta CKG dewasa dan 60,1 persen peserta dari kalangan remaja dan pelajar tercatat masih kurang dalam melakukan aktivitas fisik.

Menurutnya, kebiasaan bergerak aktif menjadi salah satu langkah sederhana dan murah untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

“Bergerak aktif adalah cara yang paling murah untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut,” tegasnya.

Dia juga menilai olahraga masyarakat memiliki keunggulan karena dapat diikuti semua kalangan tanpa membedakan usia, gender, maupun status sosial. Mulai dari generasi muda hingga lanjut usia dapat berpartisipasi melalui berbagai jenis olahraga rekreasi.

Selain berdampak terhadap kesehatan, Andra menilai FORPROV turut memberikan manfaat ekonomi bagi daerah tuan rumah. Aktivitas peserta dan pengunjung dapat mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, serta sektor perhotelan.

Dia mencontohkan penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat pada 2025 yang diikuti lebih dari 20 ribu peserta dari 74 induk organisasi. Kegiatan tersebut mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp800 miliar.

Sementara itu, Ketua KORMI Provinsi Banten Nuraeni menyampaikan, FORPROV II diikuti sekitar 50 induk olahraga. Sebanyak 47 induk organisasi mengikuti pertandingan, sedangkan tiga lainnya berpartisipasi melalui kegiatan ekshibisi.

“Dari keseluruhan peserta yang mendaftar melalui formulir daring, jumlahnya kurang lebih 5.343 peserta,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kemeriahan pembukaan juga didukung kehadiran Federasi Youth Band Indonesia dengan sekitar 1.200 peserta dari berbagai daerah. Selain itu, Inorga Tumo turut memeriahkan kegiatan dengan mendatangkan peserta dari sejumlah wilayah.

Menurut Nuraeni, penyelenggaraan FORPROV tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, melestarikan olahraga tradisional, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bahkan, selama kegiatan berlangsung, sektor perhotelan dan pelaku UMKM di Kota Tangerang turut merasakan dampak positif dari kedatangan peserta dan pengunjung.

“Hotel-hotel padat, para pelaku UMKM juga laris manis, pedagang juga laris manis. Pada gilirannya, ini menjadi efek kejut bagi peningkatan pariwisata di Kota Tangerang,” katanya.

Nuraeni juga mengungkapkan, pembinaan olahraga masyarakat di Provinsi Banten mendapat perhatian pemerintah daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung kegiatan KORMI, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Dia berharap, FORPROV II dapat menjadi momentum untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mempersiapkan para pegiat olahraga menuju FORNAS berikutnya di Sulawesi Tenggara.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tangerang sebagai tuan rumah FORPROV II Banten.

Dia berharap, kehadiran kontingen dari berbagai daerah tidak hanya membawa semangat kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan melalui olahraga.

“Olahraga harus hadir di tengah kehidupan warga, mudah dijangkau, menyenangkan, dan dapat diikuti oleh siapa saja tanpa dibatasi usia, latar belakang, maupun kemampuan,” ujarnya.

Sachrudin menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong tumbuhnya budaya olahraga melalui kolaborasi bersama KORMI, induk organisasi olahraga, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Sementara itu, Andra Soni juga mengajak seluruh kepala daerah di Banten untuk bergantian menjadi tuan rumah penyelenggaraan FORPROV berikutnya. Menurutnya, kegiatan yang tumbuh dan digerakkan oleh masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi daerah.

Selain FORPROV II, November ini juga menjadi momentum olahraga bagi Provinsi Banten melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII di Kota Tangerang Selatan yang mempertandingkan 60 cabang olahraga dengan sekitar 6.500 atlet.

Andra berharap, perkembangan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi dapat berjalan beriringan. Terlebih, Provinsi Banten bersama Lampung telah ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 melalui KORMI Pusat.

“Kemenangan sejati adalah ketika kita semua menjadi lebih sehat dan lebih erat persaudaraannya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait