PGRI Kecamatan Solear Gelar Workshop AI, Dorong Guru Lebih Kreatif dan Melek Teknologi

WORKSHOP: PGRI Kecamatan Solear, menggelar workshop tentang penggunaan AI kepada seluruh guru di wilayah Kecamatan Solear. Randy/Bantenekspres.co.id

SOLEAR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di era digital, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Solear menggelar workshop bertema “Transformasi Kreativitas Guru dengan Artificial Intelligence (AI)”.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata PGRI Kecamatan Solear dalam mendorong para guru agar terus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Bacaan Lainnya

Melalui workshop ini, para guru diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, efektif, dan menarik bagi siswa.

Ketua PGRI Kecamatan Solear Muhtadin mengatakan, perkembangan teknologi saat ini menuntut para guru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Guru harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Sekarang kita sudah memasuki era digital, di mana teknologi berkembang sangat cepat. Karena itu, guru juga harus mampu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman,” ujar Muhtadin kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 29 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kehadiran AI menjadi peluang besar bagi dunia pendidikan apabila dimanfaatkan secara tepat. Teknologi tersebut dapat membantu guru mengembangkan metode pembelajaran, menyiapkan materi, serta menghadirkan suasana belajar yang lebih bervariasi.

“Melalui workshop ini, kami ingin membuka wawasan para guru bahwa teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Guru bisa lebih kreatif dalam menyusun materi, membuat bahan ajar, hingga mencari ide-ide baru agar pembelajaran tidak monoton,” ungkapnya.

Menurut Muhtadin, pemanfaatan AI juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar siswa. Sebab, metode pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi akan membuat siswa lebih tertarik dan antusias dalam mengikuti pelajaran.

“Kita ingin anak-anak didik juga semakin mengenal teknologi. Jangan sampai siswa lebih cepat memahami perkembangan teknologi, sementara gurunya justru tertinggal. Guru harus menjadi pendamping sekaligus pembimbing agar siswa bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan mendukung pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pendampingan guru. AI bukan untuk menggantikan peran seorang pendidik, melainkan menjadi alat bantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Teknologi secanggih apa pun tidak akan bisa menggantikan peran guru dalam mendidik, membimbing, dan membentuk karakter siswa. AI hanya menjadi alat bantu. Sementara nilai-nilai pendidikan, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan moral tetap menjadi tanggung jawab guru,” tegasnya.

Muhtadin berharap, workshop tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan bisa diterapkan oleh para guru di sekolah masing-masing.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para guru bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Jangan takut mencoba hal baru, jangan berhenti belajar, dan terus tingkatkan kemampuan. Kita ingin guru-guru di Kecamatan Solear semakin maju, kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik,” pungkasnya. (*)

Pos terkait