SD Negeri Panunggangan 4 Tanamkan Akhlak Mulia Rasulullah Lewat Dongeng Interaktif

Kepala SDN Panunggangan 4 bersama jajaran dewan guru dan penceramah sekaligus pendongeng, Nia Husnul usai acara peringatan Maulid Nabi SAW.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SD Negeri Panunggangan 4 yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, Kecamatan Pinang, menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) pada jenjang sekolah dasar (SD), Didi Sumeidi dan menghadirkan pendongeng sekaligus penceramah nasional yakni, Nia Husnia.

Kepala SD Negeri Panunggangan 4, Tanti Yuliasih mengatakan, kegiatan peringatan Maulid Nabi SAW diselenggarakan untuk menanamkan suri teladan Rasulullah sejak dini kepada para siswa. Hal itu juga daa alam upaya membangun karakter siswa yang berakhlak mulia.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, momentum Maulid Nabi SAW, dinilai sangat relevan untuk membentuk sikap positif anak-anak, seperti sopan santun, kejujuran, kepedulian, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab.

Pihak sekolah bersinergi dengan orang tua murid menghadirkan pendongeng sekaligus penceramah nasional yaitu Nia Husnia. Hal itu u ntuk membuat suasana lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Kami sengaja menghadirkan Kak Nia agar pesan-pesan moral keagamaan dan sejarah perjuangan Islam dapat lebih mudah diserap oleh anak-anak sesuai dengan usia mereka,” ujar Tanti saat ditemui.

Menurut dia, Kak Nia yang juga dikenal sebagai Duta Palestina for Kids membawakan kisah keteladanan Rasulullah menggunakan metode dongeng interaktif dan ilustrasi musikal. Metode unik ini berhasil membuat para siswa tampak sangat antusias dan hanyut dalam cerita yang dibawakannya.

Tanti mengatakan, bahwa pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, melainkan membutuhkan pengalaman dan penguatan nilai moral secara langsung. Nilai-nilai luhur dari kehidupan Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama, diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Selain itu, pihak sekolah turut menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, komite, dan orang tua murid. Menurutnya, pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah dinilai akan semakin kuat apabila mendapatkan dukungan serta pembiasaan yang baik di lingkungan keluarga.

“Pendidikan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan sederhana seperti mengucapkan salam, menghormati guru, berkata jujur, membantu teman, menjaga kebersihan, dan disiplin harus terus dibiasakan demi membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan berprestasi,” tegas Tanti.

Menurutnya, pembiasaan positif yang sederhana itu menjadi bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Hal-hal sederhana seperti itu justru harus terus dibiasakan. Dari kebiasaan yang baik, mudah-mudahan tumbuh karakter yang baik pula,” pungkasnya.(*)

 

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait