Dua Kali Letusan, CCTV Pemantau Rusak Akibat Letusan Pertama Gunung Anak Krakatau

Dua Kali Letusan, CCTV Pemantau Rusak Akibat Letusan Pertama Gunung Anak Krakatau
Kondisi pos pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, yang berlokasi di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu 6 September 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau (GAK), tercatat pada Minggu 6 September 2026 terjadi sebanyak dua kali letusan dan terakhir terjadi pada pukul 07.10 WIB.

Akibat letusan pertama tersebut, CCTV yang digunakan untuk mengamati letusan GAK mengalami kerusakan, sehingga ketinggian kolom abu tidak bisa teramati.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Pengamat Gunung Api pada Pos Pantau GAK Andi Suwardi, saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, pada Minggu 6 September 2026.

Andi mengatakan, aktivitas letusan GAK tercatat sebanyak dua kali diawali sekitar waktu subuh dan terakhir pada pukul 07.10 WIB, namun untuk intensitasnya mulai mengalami penurunan tidak seperti beberapa hari terakhir.

“Hari ini tercatat ada dua kali letusan ya, namun intensitasnya mulai menurun ya tidak seperti beberapa hari terakhir,” katanya.

Kata Andi, CCTV yang digunakan untuk mengamati letusan GAK mengalami kerusakan akibat letusan pertama, yang mengakibatkan tidak bisa memantau ketinggian kolom abu GAK.

Sehingga saat ini pemantauan dilakukan, dengan cara menggunakan alat penangkap getaran atau seismometer, karena tiga sampai empat CCTV yang dipasang mengalami kerusakan.

“CCTV yang kita gunakan untuk memantau GAK rusak karena terkena letusan pertama GAK, ada sekitar tiga sampai empat CCTV yang terpasang itu rusak,” ujarnya.

Dikatakan Andi, letusan GAK menyemburkan abu vulkanik, yang menghujani beberapa wilayah di Provinsi Banten, bahkan sampai luar provinsi dikarenakan terbawa oleh angin.

“Abu vulkanik ini tertiup angin sampai ke wilayah yang ada di Banten, karena adanya erupsi dari GAK,” ucapnya.

Andi menghimbau, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya, dengan memakai masker kalau bepergian keluar rumah untuk berjaga-jaga.

“Jangan khawatir tetap tenang, jangan lupa pakai masker untuk berjaga-jaga, lalu masyarakat bisa menjaga kewaspadaan diri dan memantau informasi dari situs resmi supaya tidak termakan informasi hoax,” tuturnya. (*)

Pos terkait