Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Targetkan 100 Peserta Mandiri Lewat Program PEKA

PPS Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Kunto Baskoro Arifianto, bersama peserta dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Jumat (4/9/2026).

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang tidak hanya memperingati Hari Pelanggan Nasional atau Harpelnas 2026 dengan meningkatkan pelayanan kepada peserta. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas pemberdayaan ekonomi, dengan target sedikitnya 100 peserta dan ahli waris dapat memperoleh manfaat melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian atau PEKA.

Hingga September 2026, sekitar 25 peserta di Kabupaten Tangerang telah mendapatkan pelatihan melalui program tersebut. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha serta membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.

Bacaan Lainnya

Dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang menghadirkan sejumlah kegiatan bagi peserta. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian produk UMKM binaan, hingga memberikan ruang bagi penerima manfaat program PEKA untuk memperkenalkan dan menjual produk usaha mereka.

Produk yang ditampilkan cukup beragam. Ada usaha jamu tradisional, makanan ringan hingga berbagai jenis kue basah yang diproduksi oleh peserta program pemberdayaan.

PPS Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Kunto Baskoro Arifianto, mengatakan peringatan Harpelnas menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas manfaat yang dapat dirasakan peserta.

“Yang kami usung ada tiga, yakni proaktif dalam melayani, memberdayakan secara berkelanjutan, dan menciptakan nilai yang melampaui perlindungan kepada peserta,” ujar Kunto usai memperingati Harpelnas di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang, Jumat, 4 September 2026.

Menurut dia, pelayanan kepada peserta tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap program perlindungan sosial ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan juga terus mengembangkan berbagai bentuk pelayanan yang memudahkan peserta sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat.

Dalam kegiatan peringatan Hari Pelanggan Nasional tersebut, sekitar 150 peserta hadir secara bergantian di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang.

Mereka mendapatkan pelayanan dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang disiapkan dalam momentum Harpelnas 2026.

Kegiatan itu juga menjadi kesempatan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkenalkan pengembangan layanan berbasis digital yang dapat dimanfaatkan peserta.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses pelayanan. Peserta tidak selalu harus datang tanpa jadwal dan menunggu dalam waktu lama untuk mendapatkan pelayanan tertentu.

Kunto menjelaskan peserta dapat memanfaatkan layanan appointment online melalui Lapak Asik untuk menentukan jadwal kedatangan ke kantor.

Sementara itu, sejumlah layanan lainnya dapat diakses melalui aplikasi Jamsostek Mobile atau JMO, termasuk layanan yang berkaitan dengan program tertentu di BPJS Ketenagakerjaan.

“Di JMO sudah kami siapkan beberapa fitur untuk pelayanan peserta, termasuk manfaat perumahan dalam bentuk Manfaat Layanan Tambahan,” katanya.

Pengembangan layanan digital tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengakses informasi dan layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan sistem yang tersedia, peserta dapat menyesuaikan kebutuhan pelayanan melalui kanal yang telah disiapkan.

Namun, pelayanan langsung kepada masyarakat tetap menjadi bagian penting. Momentum Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan untuk mempertemukan peserta dengan jajaran BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

Salah satu program yang mendapat perhatian dalam peringatan Harpelnas 2026 adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian atau PEKA.

Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada penerima manfaat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi.

Hingga saat ini, sekitar 25 peserta di Kabupaten Tangerang telah mengikuti pelatihan melalui program tersebut.

Mereka mendapatkan pembekalan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha dan membuka peluang memperoleh penghasilan.

Kunto mengatakan tujuan program tersebut adalah memberikan manfaat yang lebih luas kepada penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

“Harapannya mereka bisa berwirausaha, mendapatkan penghasilan, dan memberikan nafkah kepada keluarganya,” ujarnya.

Program PEKA menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang melengkapi manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Peserta dan penerima manfaat tidak hanya mendapatkan perlindungan sesuai program yang diikuti, tetapi juga memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan ekonomi melalui pelatihan dan pemberdayaan.

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang berencana memperluas cakupan penerima manfaat program tersebut.

Targetnya, jumlah penerima manfaat PEKA dapat meningkat hingga sedikitnya 100 orang.

“Kami akan meningkatkan program PEKA sehingga cakupan peserta yang mendapatkan manfaat semakin luas. Harapannya bisa mencapai 100 peserta atau lebih,” katanya.

Target tersebut berarti cakupan program di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat terus berkembang dibandingkan jumlah penerima manfaat yang telah mengikuti pelatihan hingga saat ini.

Perluasan program menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat penerima manfaat untuk memperoleh pembekalan dalam mengembangkan usaha.

Program PEKA tidak hanya ditujukan kepada peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Kunto menjelaskan program pemberdayaan tersebut juga dapat diberikan kepada ahli waris peserta yang memperoleh manfaat.

Penerima manfaat dapat berasal dari anggota keluarga, termasuk anak maupun pasangan peserta.

“PEKA ini kami berikan juga kepada ahli waris, baik anak maupun istri atau suami dari peserta,” jelasnya.

Kebijakan tersebut membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk memperoleh keterampilan yang dapat digunakan dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Bagi sebagian keluarga, kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga.

Melalui program tersebut, penerima manfaat dapat mengembangkan kemampuan sesuai bidang usaha yang dijalankan.

Salah satu contohnya terlihat dari pengalaman Mimin, penerima manfaat program PEKA di Kabupaten Tangerang.

Bagi Mimin, program PEKA memberikan dukungan bagi keberlangsungan usaha rumahan yang dijalankannya.

Ia memproduksi sejumlah jenis jamu tradisional, antara lain kunyit asam dan beras kencur.

Selain jamu, Mimin juga membuat berbagai makanan ringan dan kue basah untuk menambah variasi produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Di antara produk yang dibuatnya terdapat pastel, risol dan putu ayu.

Usaha tersebut dijalankan dari rumah dengan pemasaran yang dilakukan berdasarkan pesanan konsumen.

Produk jamu yang dibuat Mimin dijual dengan harga sekitar Rp6.000 per botol.

Pemasarannya dilakukan secara daring sehingga konsumen dapat melakukan pemesanan sesuai kebutuhan.

Menurut Mimin, jamu produksinya dapat bertahan lebih dari satu minggu apabila disimpan di dalam lemari pendingin.

Dalam satu kali pemesanan, konsumen bahkan dapat membeli hingga sekitar 10 botol untuk dikonsumsi sendiri.

Usaha rumahan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana keterampilan dan peluang usaha dapat dikembangkan melalui kegiatan pemberdayaan.

Mimin mengaku manfaat yang diperolehnya melalui program PEKA membantu dirinya mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha.

“Manfaatnya bisa melanjutkan usaha dan menambah modal,” kata Mimin.

Dukungan terhadap keberlangsungan usaha menjadi hal penting bagi pelaku UMKM skala rumahan.

Modal dan kemampuan mengembangkan usaha menjadi dua bagian yang dibutuhkan untuk menjaga kegiatan produksi tetap berjalan.

Melalui program pemberdayaan, penerima manfaat memperoleh kesempatan untuk memperkuat aktivitas ekonomi yang telah dijalankan maupun memulai kegiatan usaha baru.

Mimin merupakan ahli waris dari orang tuanya yang sebelumnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Manfaat yang diterima keluarga turut membantu kondisi ekonomi rumah tangga.

Setelah memperoleh manfaat dari program tersebut, Mimin juga kembali menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pengalamannya menunjukkan bahwa program pemberdayaan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Dari kesempatan memperoleh manfaat dan pelatihan, penerima program dapat mengembangkan kegiatan ekonomi yang dijalankan.

Usaha yang tumbuh kemudian dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

Mimin berharap BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga BPJS semakin maju dan pelayanannya lebih baik lagi,” ucapnya.

Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang untuk memperkuat pelayanan melalui beberapa pendekatan sekaligus.

Pelayanan langsung kepada peserta tetap diberikan, sementara pemanfaatan teknologi terus dikembangkan agar akses layanan menjadi lebih mudah.

Di sisi lain, kegiatan pemberdayaan ekonomi melalui PEKA menjadi upaya untuk memberikan nilai tambah bagi peserta dan penerima manfaat.

Tiga arah yang disampaikan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang dalam peringatan tersebut adalah pelayanan yang proaktif, pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta penciptaan manfaat yang lebih luas bagi peserta.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai layanan yang tersedia, termasuk pelayanan digital dan kegiatan pemberdayaan ekonomi.

Sekitar 150 peserta yang hadir bergantian dalam kegiatan Harpelnas menjadi bagian dari rangkaian pelayanan yang dilakukan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, peserta program PEKA mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk usaha mereka kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang promosi bagi UMKM yang dijalankan penerima manfaat.

Produk jamu, makanan ringan dan kue basah yang dipamerkan menunjukkan aktivitas ekonomi yang dikembangkan dari tingkat rumah tangga.

Ke depan, perluasan penerima manfaat menjadi salah satu fokus BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang.

Dari sekitar 25 peserta yang telah memperoleh pelatihan, program tersebut ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 100 penerima manfaat atau lebih.

Dengan demikian, semakin banyak peserta maupun ahli waris yang memiliki kesempatan mendapatkan pembekalan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

Program PEKA juga memperluas makna pemberdayaan melalui keterlibatan keluarga penerima manfaat.

Anak, istri maupun suami dari peserta yang menjadi ahli waris dapat memperoleh kesempatan mengikuti program sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, pengembangan program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerima perlindungan sosial ketenagakerjaan sekaligus keluarganya.

Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas program pemberdayaan.

Pelayanan digital melalui Lapak Asik dan JMO terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan akses.

Sementara program PEKA diarahkan untuk membantu penerima manfaat memiliki peluang mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri.

Dari kegiatan peringatan Harpelnas yang diikuti sekitar 150 peserta hingga target perluasan PEKA kepada sedikitnya 100 penerima manfaat, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang menempatkan pelayanan dan pemberdayaan sebagai bagian dari rangkaian manfaat bagi peserta.

Bagi penerima manfaat seperti Mimin, program tersebut telah memberikan dukungan untuk melanjutkan usaha rumahan.

Produksi jamu, makanan ringan dan kue basah yang dijalankannya kini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang terus dikembangkan.

Dengan perluasan program pemberdayaan, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak peserta dan keluarga penerima manfaat yang mendapatkan kesempatan memperkuat kemandirian ekonomi.

 

Pos terkait