CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan tindakan perundungan hingga intoleran menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Karena itu, kepala sekolah mengikuti pendampingan yang dirangkai dengan sosialisasi ekstrakurikuler keputrian serta pengisian profil belajar siswa Sekolah Dasar.
Kata Supriyadi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa. Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan perundungan, kekerasan dan intoleransi di lingkungan sekolah.
“Kegiatan pendampingan bagi kepala sekolah dan sosialisasi ekstrakurikuler keputrian ini dilaksanakan di lima titik lokasi. Juga diikuti sebanyak 1.058 kepala satuan pendidikan SD dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang,” katanya, Jumat 4 September 2026.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga harus memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dan ruang yang aman selama mengikuti proses pendidikan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman, nyaman dan dihargai. Karena itu, pencegahan terhadap perundungan, kekerasan maupun intoleransi harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, peran kepala sekolah menjadi sangat penting dalam membangun budaya positif di lingkungan satuan pendidikan. Kepala sekolah diharapkan mampu mendorong seluruh unsur sekolah untuk memiliki pemahaman yang sama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
“Para kepala sekolah mendapatkan penguatan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berpihak kepada murid,” jelasnya.
Senada, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dilly Windu mengatakan, kepala sekolah dibekali materi mengenai pencegahan perundungan, kekerasan dan intoleransi. Selain itu, peserta mendapatkan sosialisasi terkait ekstrakurikuler keputrian.
Ia berharap, program ini diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan yang positif bagi siswi untuk mengembangkan karakter, pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai positif. “Setiap anak memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda. Karena itu, sekolah harus mampu memberikan ruang pembinaan yang sesuai agar perkembangan anak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.(*)











