PAMULANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepergian Iwan Setiawan meninggalkan kenangan mendalam bagi sejumlah pemain yang pernah dibina dan dilatihnya. Salah satunya adalah mantan pemain profesional, Amarzukih. Ia mengaku menganggap Coach Iwan seperti orang tua sendiri.
Ia mengenal Iwan sejak masih muda. Menurutnya, Iwan memiliki peran besar dalam perjalanan karier sepak bolanya hingga mampu menjadi pemain profesional. “Saya kenal baik dengan Coach Iwan dan sudah menganggap orang tua saya sendiri. Dia yang menemani saya di Suratin,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 3 September 2026.
Amarzukih menceritakan, Iwan merupakan sosok yang mendorong dirinya untuk mengikuti seleksi tim Indonesia di kelompok usia muda. Saat itu, Iwan mengajaknya untuk mencoba mengikuti seleksi setelah mendapat informasi dari rekan sesama pelatih.
“Waktu di Indonesia (kelompok usia muda), saya dibawa ikut. Dipilih karena dia punya teman pelatih juga. Dulu zamannya sama Om Muklis. Jadi saya dibawa dia, disuruh coba saja,” tambahnya.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui akan seperti apa perjalanan hidupnya di sepak bola jika saat itu tidak mendapatkan dorongan dari Iwan.
“Saya jadi sampai sekarang main bola. Kalau enggak ada dia mungkin… enggak tahu sih,” jelasnya.
Hubungan keduanya juga berlanjut ketika dirinya telah menjadi pemain profesional. Ia pernah merasakan langsung kepelatihan Iwan ketika memperkuat Persija Jakarta pada musim 2011-2013. Saat itu, Iwan berperan sebagai pelatih.
Selama dilatih Iwan, ia mengenang almarhum sebagai sosok yang menyenangkan, percaya diri dan bertanggung jawab terhadap pemain.
“Happy orangnya, percaya diri. Itu yang saya senang dari dia. Tanggung jawab juga terhadap pemain. Orangnya asyik buat pemain,” ungkapnya.
Salah satu kenangan yang paling melekat baginya adalah ketika Iwan menunjuk dan membawanya mengikuti tim Indonesia di kelompok usia muda. Saat itu, usianya masih sekitar 16 hingga 17 tahun.
Momen tersebut dinilai menjadi pengalaman penting yang turut membuka jalan bagi dirinya untuk menekuni sepak bola hingga menjadi pemain profesional. Meski kini telah pensiun dari sepak bola profesional, hubungan keduanya tetap terjalin.
Ia mengaku masih sering berkomunikasi dengan Iwan hingga beberapa waktu sebelum almarhum meninggal dunia. “Seminggu terakhir saya video call sama dia. Kondisinya happy, biasa. Walaupun punya penyakit, tapi dia tetap happy,” tuturnya.
Kenangan tersebut membuat kepergian Coach Iwan terasa begitu berat bagi dirinya. Sosok yang dahulu membuka jalan baginya untuk mengenal lebih jauh dunia sepak bola kini telah berpulang.
“Bagi saya, jasa dan perhatian Coach Iwan tidak akan mudah dilupakan, terutama karena almarhum telah saya anggap sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup dan karier saya sebagai pesepak bola,” tutup pria yang menjabat sebagai asisten pelatih Elite Pro Academy (EPA) U-20 Persija ini. (*)
Reporter : Tri Budi











