Bappeda Kabupaten Tangerang Bidik Taman Bambu Cisoka Jadi Destinasi Eduwisata pada 2028

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy saat RDP di DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (2/9).

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan Taman Bambu Cisoka di Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, dapat mulai dinikmati masyarakat sebagai kawasan eduwisata dan ruang rekreasi pada awal 2028.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan pembangunan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus menghadirkan ruang publik yang memiliki nilai edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.

Menurut Erwin, konsep Taman Bambu Cisoka telah dituangkan dalam master plan yang disiapkan Bappeda. Lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi itu nantinya tidak hanya dipenuhi tanaman bambu, tetapi juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang.

“Secara master plan, kita sudah mendesain. Nanti 6.000 meter persegi itu akan kita bagi menjadi delapan fungsi,” kata Erwin, Rabu 2 September 2026.

Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain area masuk, plaza, musala, amfiteater, area UMKM, hingga zona khusus bambu.

Konsep tersebut, kata Erwin, dirancang agar Taman Bambu Cisoka tidak sekadar menjadi ruang hijau, tetapi juga menjadi tempat masyarakat belajar, berwisata, berkreasi, dan beristirahat dari rutinitas.

“Harapan kita RTH Bambu Cisoka ini menjadi sebuah eduwisata buat masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Erwin menilai keberadaan ruang terbuka hijau semakin penting di tengah pesatnya perkembangan Kabupaten Tangerang yang ditandai dengan banyaknya kawasan industri, perumahan, dan permukiman.

Ia menyebut, kondisi tersebut harus diimbangi dengan penyediaan ruang hijau yang memadai agar masyarakat memiliki ruang publik untuk beraktivitas dan menikmati lingkungan yang lebih nyaman.

Selain fungsi lingkungan, keberadaan kawasan bambu juga diharapkan memberikan manfaat bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Erwin mengatakan bambu dapat menjadi bagian dari konsep ekoterapi, antara lain untuk membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa nyaman, serta mendukung aktivitas fisik.

“Ini hal-hal yang penting yang saya pikir perlu kita konkretkan, perlu kita implementasikan,” katanya. (*)

 

Pos terkait