Dukung Potensi Seni, SMPN 28 Kota Tangerang Raih Juara 3 Lomba Pantun Porseni

Guru Seni Tari SMPN 28 Kota Tangerang, Maharani bersama peserta didiknya yang mengikuti ekskul seni tari.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMP Negeri 28 Kota Tangerang mengoptimalkan pengembangan bakat peserta didiknya di bidang seni.

Guru Seni Tari SMPN 28 Kota Tangerang, Maharani, mengatakan, sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pihaknya melakukan penjaringan terhadap potensi peserta didik, khususnya pada bidang seni.

Bacaan Lainnya

“Kita biasanya memantau gerak-gerik serta keberanian siswa saat tampil dalam berbagai acara sekolah. Kita bisa nilai dari gestur mereka saat tampil. Misal ketika jadi MC, sudah berani tampil, kemudian improvisasi terhadap kosakata mereka. Dari situ kita ambil, lalu diperluas dan dilatih lagi dengan pelatihnya,” kata Maharani saat ditemui, 1 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan bakat seni di sekolahnya diselaraskan langsung dengan kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Menurutnya, di SMPN 28 Kota Tangerang, mata pelajaran seni dikemas secara komprehensif, mulai dari seni musik, menari hingga kelompok vokal. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa.

“Jadi kita upayakan untuk mengembangkan potensi-potensi anak-anak terutama di bidang seni,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peserta didiknya yang diterjunkan untuk ikut kompetisi di ajang Porseni tingkat Kota Tangerang tahun ini.

“Alhamdulillah Porseni kemarin, untuk lomba Vokal Grup kita dapat Juara 2, kemudian untuk lomba berbalas Pantun di posisi juara 3. Ini prestasi yang sangat membanggakan buat kami,” ujar Maharani.

Menurutnya, keberhasilan pada lomba berbalas pantun, tidak lepas dari proses asah kemampuan berpikir, kecepatan, serta kecermatan peserta didik dalam merespons dan menjawab pertanyaan lawan.

“Anak-anak benar-benar diasah pola pikirnya, kecepatan dan kecermatan mereka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari lawannya, ekspresi mereka, hingga kespontanitasan. Ini ruang yang bagus sekali untuk mengembangkan potensi anak-anak di lomba berbalas pantun. Jadi berbeda dengan lomba seni lainnya seperti lomba vokal grup,” ujarnya.

Ia berharap, ajang perlombaan seni seperti Porseni dapat terus diadakan secara berkesinambungan agar pelestarian seni dan budaya tetap terjaga di kalangan generasi muda.

“Harapannya lomba seperti ini terus ditingkatkan dan diadakan terus. Seperti lomba berbalas pantun, keahlian ini bukan hanya sekadar berbalas-balasan, tapi ada aktualisasinya nanti di kehidupan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait