TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Di era digital yang bergerak serba cepat, kecerdasan intelektual kerap menjadi tolok ukur keberhasilan seorang anak di bangku sekolah. Namun, pandangan berbeda dipegang teguh oleh Guru Agama SMP Negeri 2 Kota Tangerang, Baijuri. Ia menyadari bahwa kepintaran semata ibarat pedang tajam tanpa pengendali.
“Orang berilmu bisa bermanfaat, namun tak jarang justru berpotensi membawa mudarat,” ungkap Baijuri.
Ia menegaskan, kualitas manusia seutuhnya tidak pernah bisa diukur hanya dari tingginya tingkat keilmuan. Baginya, ilmu dan akhlak adalah dua sisi mata uang yang wajib berjalan beriringan.
“Ilmu tanpa akhlak atau adab akan rusak. Jadi adab itu akhlak mulia. Makanya sepandai apapun anak, tetap akhlaknya harus kita bina, harus kita biasakan dengan akhlak-akhlak yang baik dan mengikuti jejak-jejak Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia mengingatkan, bahwa pengetahuan yang tidak dibimbing oleh adab akan kehilangan arah. Alih-alih membawa kemaslahatan, ilmu yang hampa dari moralitas justru berisiko menumbuhkan kesombongan serta berbagai bentuk kerusakan di tengah masyarakat. Adab diposisikan sebagai ruh yang menuntun arah pemanfaatan ilmu pengetahuan agar senantiasa berpijak pada nilai kebaikan.
Sebagai guru agama di SMP Negeri 2 Kota Tangerang, Baijuri tidak hanya berhenti pada konsep teoretis di dalam kelas. Sekolah merancang program pembiasaan pagi secara terstruktur yang rutin dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Program yang berjalan konsisten ini memanfaatkan hari-hari tertentu dengan muatan materi yang variatif, di antaranya, setiap Selasa Pagi secara rutin dilaksanakan kegiatan penguatan Doa Harian.
Sekolah berfokus menerapkan pembiasaan dan hafalan doa-doa pendek sehari-hari, seperti doa masuk kamar mandi, doa belajar, hingga doa sebelum tidur. Ia memandu langsung terhadap seluruh peserta didik agar melekat dalam keseharian.
Tak hanya itu, bimbingan rohani penanaman karakter siswa agar memiliki akhlak yang baik terus digenjot.
Kemudian pada Rabu Pagi siswa diajarkan tentang Fikih Dasar, yaitu bimbingan materi hukum dan tata cara beribadah, mulai dari bersuci, wudu, tayamum, hingga tata cara pelaksanaan salat serta puasa sunah dan wajib. Pada Kamis Paginya, seluruh warga sekolah diajak aksi Bersih Lingkungan.
“Khusus di hari Kamis, fokus dialihkan pada kerja bakti bersama untuk membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah guna menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan,” ujar Baijuri.
“Nah, Jumat Paginya secara rutin literasi Al-Qur’an dan Doa. Diisi dengan kegiatan membaca serta menghafal surat-surat pendek dan surat pilihan seperti Surah Yasin dan bagian dari Juz Amma,” sambungnya.
Melalui konsistensi program harian ini, SMP Negeri 2 Kota Tangerang berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang seimbang. Ia berharap, para siswa tidak hanya tumbuh menjadi sosok yang cerdas secara akademik, melainkan juga memiliki keluhuran budi pekerti yang siap menjadi teladan di masa depan.(*)








