Pemdes Daru Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi Isu di Media Sosial

Pemdes Daru Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi Isu di Media Sosial
AJAKAN : Pemdes Daru, mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas di media sosial. Randy/Bantenekspres.co.id

JAMBE, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Daru mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial menyikapi situasi yang saat ini tengah ramai menjadi perhatian masyarakat.

Masyarakat, khususnya warga Desa Daru, diminta lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Daru Abdul Malik Azis mengatakan, masyarakat harus memiliki sikap kritis dalam menerima setiap informasi yang muncul di media sosial. Menurutnya, informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya berpotensi menimbulkan keresahan apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Desa Daru untuk tetap tenang. Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang sumbernya tidak jelas dan belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar Azis kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 2026.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah mengikuti berbagai ajakan yang disampaikan melalui media sosial, termasuk ajakan untuk melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun konflik di tengah masyarakat.

“Jangan mudah terbawa oleh ajakan yang beredar di media sosial. Kalau ada pihak-pihak yang mengajak melakukan demonstrasi atau kegiatan lainnya yang berpotensi memicu konflik, masyarakat jangan langsung ikut,” tegasnya.

Azis meminta masyarakat untuk terlebih dahulu mencari tahu kebenaran dan sumber informasi sebelum mengambil tindakan.

“Jangan karena melihat satu informasi kemudian langsung percaya dan ikut melakukan sesuatu. Kita harus melihat sumbernya, memastikan kebenarannya dan jangan sampai informasi yang belum jelas justru membuat kita terprovokasi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Karena itu, apabila warga menemukan adanya ajakan melalui media sosial yang dinilai berpotensi memicu konflik atau gangguan keamanan, masyarakat diminta tidak ikut menyebarkannya.

“Kalau menemukan adanya ajakan yang sekiranya dapat memicu konflik, jangan ikut menyebarkan dan jangan ikut terprovokasi. Lebih baik segera laporkan kepada pihak kepolisian supaya dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat dapat menjadikan media sosial sebagai sarana yang memberikan manfaat. Media sosial, kata dia, dapat digunakan untuk mendapatkan informasi positif, menambah wawasan, berkomunikasi, maupun sebagai sarana hiburan.

“Media sosial seharusnya kita gunakan untuk hal-hal yang positif. Bisa untuk mencari informasi yang bermanfaat, mendapatkan hiburan, berkomunikasi dan menambah wawasan. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat menyebarkan informasi yang membuat masyarakat resah,” tuturnya.

Dirinya juga mengingatkan warga untuk tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kebiasaan membagikan informasi tanpa memastikan kebenarannya dapat memperbesar persoalan.

“Sebelum membagikan informasi, pastikan dulu kebenarannya. Jangan hanya karena informasi itu ramai kemudian kita ikut membagikannya. Kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita sebarkan,” ujarnya.

Pemdes Daru, lanjut Azis, akan terus mengajak masyarakat untuk menjaga suasana lingkungan tetap aman dan kondusif. Ia menilai ketenangan dan kebersamaan masyarakat menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai informasi yang berkembang.

“Kami ingin masyarakat Desa Daru tetap menjaga persatuan dan kebersamaan. Jangan sampai isu yang belum jelas membuat kita saling curiga atau bahkan menimbulkan konflik di lingkungan,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Desa Daru agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

“Mari kita sama-sama menjaga Desa Daru. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas, dan jangan mudah mengikuti ajakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait