Aliran Sungai Kalumpang Padarincang Diduga Dibelokkan, Dikhawatirkan Ganggu Irigasi

Aliran Sungai Kalumpang Padarincang Diduga Dibelokkan, Dikhawatirkan Ganggu Irigasi
Kondisi pembangunan di sekitar lokasi sungai Kalumpang, kecamatan padarincang. (Ist)

PADARINCANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Aliran Sungai Kalumpang Bedeng di Desa Kadubeurem, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, diduga mengalami perubahan arah. Kondisi tersebut menjadi sorotan lantaran dikhawatirkan berdampak terhadap saluran irigasi yang berada di sekitar lokasi.

Di kawasan tersebut, Yayasan Cinta Diri Sejati berencana membangun lembaga pendidikan Tahfidz Al-Qur’an berbasis terpadu. Penataan di sekitar aliran sungai kemudian dilakukan sebagai bagian dari rencana pengembangan lokasi.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Yayasan Cinta Diri Sejati, Eko Budianto, mengatakan rencana awal pemanfaatan lahan tersebut memang untuk pembangunan lembaga pendidikan, bukan kawasan wisata.

“Rencana awal memang akan dibuat yayasan pendidikan Tahfidz Al-Qur’an yang berbasis terpadu,” ujar Eko saat ditemui di lokasi, Minggu 30 Agustus 2026.

Terkait aliran sungai, Eko membantah adanya upaya membelokkan sungai. Menurutnya, pihaknya berencana membuat konstruksi berupa sayap aliran untuk mengatur debit air ketika volume sungai meningkat.

“Prinsipnya bukan dibelokkan, tetapi kita bikin sayap supaya ketika debit air besar tidak langsung masuk ke irigasi,” katanya.

Eko menjelaskan, kondisi irigasi di sekitar lokasi saat ini mulai mengalami pengikisan. Penataan tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk mengantisipasi erosi sekaligus mengatur aliran saat debit air meningkat. “Sehingga nanti ketika debit besar itu terbagi dua, tidak langsung ke tanggul awal,” ujarnya.

Meski demikian, Eko mengakui rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pihak yayasan juga akan mengevaluasi pengerjaan yang telah dilakukan, termasuk terkait administrasi dan perizinan.

Bahkan, pengerjaan di lokasi untuk sementara dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan menyusul adanya keberatan dari masyarakat.

“Untuk sementara sesuai pernyataan dari pemiliknya kita akan batalkan sampai dengan waktu yang tidak kita tentukan. Nanti kita perlu kajian lagi secara mendalam,” kata Eko.

Selain rencana penataan aliran, kondisi tanah yang telah dikeruk dan ditata di sekitar sungai juga akan menjadi bagian dari evaluasi.

Jika rencana tersebut nantinya benar-benar dibatalkan, pihak yayasan menyatakan akan mempertimbangkan pengembalian kondisi lokasi seperti semula. “Kalau memang dibatalkan, berarti kita akan kembalikan lagi ke asal,” ujarnya.

Eko menambahkan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada pemerintah desa. Sementara proses administrasi dan perizinan dengan pemerintah kecamatan maupun instansi terkait masih akan dikaji lebih lanjut.

Ia menegaskan, rencana pembangunan maupun penataan aliran sungai belum akan dilanjutkan sebelum kajian dan proses administrasi dilakukan secara lebih mendalam. (*)

Pos terkait