SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, akan memberikan anggaran mitigasi bencana sebesar Rp48 juta ke masing-masing kecamatan, yang dimulai pada anggaran perubahan 2026 dan berlanjut pada tahun anggaran 2027.
Adapun rinciannya untuk di anggaran perubahan 2026 akan diberikan Rp18 juta, kemudian untuk anggaran murni 2027 akan diberikan Rp30 juta, yang artinya ditotalkan secara keseluruhan masing-masing kecamatan akan mendapatkan Rp48 juta.
Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) pada Bapperida Kabupaten Serang Hotman Siregar mengatakan, antisipasi litigasi potensi risiko bencana terus dilakukan melalui berbagai macam program kegiatan, dan tentunya didukung dengan anggaran yang disediakan.
“Anggaran ini akan diberikan ke kecamatan untuk mengantisipasi potensi risiko bencana, yang akan dianggarkan baik di anggaran perubahan 2026 maupun anggaran murni 2027,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 26 Agustus 2026.
Hotman mengatakan, masing-masing kecamatan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp48 juta, dengan rinciannya di anggaran perubahan 2026 diberikan Rp18 juta, dan di anggaran murni 2027 akan diberikan Rp30 juta.
Anggaran murni 2027 digunakan untuk memfasilitasi kegiatan mitigasi bencana hidrometeorologi pada awal tahun, dan anggaran perubahan untuk kegiatan mitigasi bencana di akhir tahun.
“Jadi memang hal-hal itu yang menjadi perhatian pada tahun berjalan, perencanaan tahun berjalan dan nanti untuk proyeksi tahun berikutnya. Semoga bermanfaat, dan dapat mengurangi dampak dari bencana yang terjadi,” ujarnya.
Disinggung apakah akan dianggarkan tiap tahun mitigasi bencana tersebut, kata Hotman, akan dilihat keadaan secara faktual kedepannya dan seperti apa proyeksi atau keadaan tahun mendatang sebagai bahan evaluasi.
Dari evaluasi itu akan dilihat apakah perlu ditingkatkan atau seperti apa efektivitasnya, apakah akan difokuskan ke OPD teknisnya yaitu BPBD atau efektif di kecamatan, supaya bisa lebih cepat penanganannya.
“Nanti akan ada evaluasi untuk penyesuaiannya ya dalam penanganan bencana hidrometeorologi, dan anggaran ini bisa disesuaikan dengan potensi bencana di wilayah. Sehingga tidak semua sama, misalkan beli logistik, kalau kekeringan bisa untuk perbaikan saluran air, kalau potensi banjir bisa buat beli Alkon,” ucapnya. (*)








