Sachrudin Dorong JP3M Perkuat Generasi Muda dan Kehidupan Masyarakat

Wali Kota Tangerang Sachrudin foto bersama usai memberikan santunan secara simbolis kepada perwakilan 10 anak yatim di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (19/8). Dhuyuf/bantenekspres.co.id.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangerang Sachrudin menilai keberadaan Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JP3M) memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan nilai keagamaan, keluarga, dan pembinaan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (19/8). Kegiatan ini juga dirangkai dengan santunan kepada 50 anak yatim serta pengajian rutin dua bulanan JP3M.

Bacaan Lainnya

Sachrudin mengapresiasi kegiatan yang diikuti para pengasuh pesantren dan muballighoh tersebut. Menurutnya, JP3M memiliki posisi penting karena para anggotanya tidak hanya memiliki ilmu keagamaan, tetapi juga berperan langsung dalam membina keluarga dan masyarakat.

“Ini sangat strategis sekali untuk pembangunan bangsa dan negara dimulai dari individu, keluarga, dan lingkungan,” ujarnya, Rabu (19/8).

Ia mengatakan, ilmu yang dimiliki para muballighoh harus terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Nabi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Bukan hanya mencari, menuntut ilmu pengetahuan, tapi bagaimana bisa mengembangkan ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Nabi, bisa diterapkan dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.

Menurut Sachrudin, peran JP3M menjadi semakin penting di tengah kebutuhan pembangunan manusia yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik. Pembangunan karakter, peningkatan kesadaran, dan penguatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian bersama.

“Masalah pembangunan ini bukan hanya pembangunan fisik belaka, tapi juga pembangunan manusia seutuhnya. Membangun sumber daya manusianya, meningkatkan kesadaran bersama-sama,” tuturnya.

Selain itu, Sachrudin juga menilai para muballighoh memiliki kedekatan dengan generasi muda. Karena itu, JP3M diharapkan dapat ikut mengambil bagian dalam proses pembentukan karakter generasi penerus yang nantinya menjadi pemimpin bangsa.

“Pemimpin masa depan adalah anak-anak muda sekarang. Mudah-mudahan dengan ilmunya, dengan penyatuannya, dengan pemahamannya yang selalu ditingkatkan, kita bisa membangun bangsa ini mulai dengan melakukan regenerasi anak-anak generasi muda,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan para muballighoh. Menurutnya, pembangunan tidak akan maksimal jika hanya dilakukan pemerintah tanpa dukungan masyarakat.

“Karena kita menyadari membangun bangsa ini tidak bisa sendirian, pemerintah saja tidak bisa. Tapi kita butuh peran serta semuanya, partisipasi, kebersamaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga mengaitkan peran JP3M dengan semangat pembangunan Kota Tangerang melalui tagline “Ayo Bersama Membangun Kota”. Ia mengajak para muballighoh untuk terus hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat.

“Makanya tagline Kota Tangerang itu ‘Ayo Bersama Membangun Kota’ itu adalah sebuah ajakan kepada semua lapisan masyarakat, apalagi orang-orang yang berilmu seperti para muballighoh,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan JP3M dapat terus memberikan dampak positif, mulai dari perubahan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan, hingga terciptanya keluarga yang harmonis dan masyarakat yang aman serta sejahtera.

“Setiap kehadiran muballighoh ini, manfaatnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, bisa merubah sikap, mental, perilaku, bisa meningkatkan kesadarannya, bisa menambah ilmu pengetahuan,” kata Sachrudin.

Sachrudin menambahkan, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Dengan demikian, peran JP3M tidak hanya sebatas dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

“Bisa diterapkan dalam hidup berkeluarga menjadi keluarga yang bahagia, sejahtera, sakinah, mawadah, warahmah, dan diterapkan dalam hidup bermasyarakat. Masyarakatnya menjadi aman, nyaman, tenteram, bahagia, sejahtera,” pungkasnya. (*)

Pos terkait