TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Tantangan hidup anak-anak di era modern dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Di era digital saat ini, tekanan pertemanan, hingga perubahan sosial yang begitu cepat, pihak sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam mendidik anak. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Sekolah SMPN 31 Kota Tangerang, Mohamad Soedarmawan, dalam kegiatan School of Parenting yang mengangkat tema “Karakter Kuat Masa Depan Hebat”, belum lama ini.
Kegiatan yang melibatkan para orang tua murid kelas 7 ini bertujuan untuk menyatukan visi serta memperkuat kolaborasi antara rumah dan sekolah.
“Melalui kegiatan parenting ini, kita bersama-sama membangun komunikasi, menyatukan visi, dan memperkuat kolaborasi demi tumbuh kembang murid yang lebih baik. Pendidikan terbaik yaitu lahir dari kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan anak,” ujar Mohamad Soedarmawan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Soedarmawan menjelaskan, di tengah gempuran distraksi digital dan lingkungan yang dinamis, pendidikan karakter di sekolah mengambil peran yang sangat strategis. Sekolah bukan sekadar ruang untuk menimba ilmu akademik, melainkan menjadi “laboratorium hidup” tempat anak-anak mempraktikkan nilai-nilai moral setiap hari.
dikatakannya, pendidikan karakter menjadi benteng utama dalam menangkal dampak negatif lingkungan digital seperti cyberbullying dan konten destruktif, sekaligus menumbuhkan kemampuan sosial dan kepemimpinan yang menjadi kompetensi wajib di dunia profesional.
“Anak yang disiplin lebih mudah mengatur jadwal belajar, dan anak dengan mental positif akan lebih tahan menghadapi kegagalan serta cepat bangkit,” ujarnya.
Soedarmawan mengingatkan, bahwa orang tua memegang peran sebagai guru pertama. Ketika anak merasa didukung dan tahu bahwa orang tua selalu ada untuk mendampingi, mereka akan tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi.
Ia menyebut, orang tua merupakan figur bagi anak-anaknya. Oleh karenanya beberapa langkah nyata yang bisa diterapkan di rumah dalam mendidik anak diantaranya, aktif hadir dalam setiap pertemuan orang tua-guru dan acara sekolah untuk memahami kemajuan anak. Kemudian menciptakan rumah yang nyaman dan bebas gangguan, serta temani anak saat belajar untuk menunjukkan bahwa proses belajar adalah petualangan yang seru serta menjadi pendengar setia bagi anak-anaknya.
“Dengarkan cerita anak tentang harinya di sekolah dengan penuh perhatian dan dukungan agar mereka merasa dihargai,” papar Soedarmawan.”Mari kita ambil peran aktif dalam pendidikan anak-anak kita dan bersama-sama membentuk generasi emas 2045, masa depan yang luar biasa. Pada tahun ajaran 2026/2027, mari terus berjalan bersama untuk mendampingi generasi hebat, karena mereka adalah investasi terbaik yang kita miliki,” tutupnya.(*)











