PERIUK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Semangat berbagi dan mempererat kepedulian sosial mewarnai rangkaian Milad ke-30 Yayasan Lembaga Islam Tiara Aksara sekaligus memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Melalui kegiatan bakti sosial, sebanyak 2.000 masyarakat ditargetkan mendapatkan berbagai layanan kesehatan dan pelayanan sosial secara gratis.
Kegiatan yang digelar di Sekolah Islam Tiara Aksara, Minggu (16/8), tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Pelaksanaan bakti sosial merupakan hasil kolaborasi Yayasan Lembaga Islam Tiara Aksara bersama Yayasan Setia Bhakti Lestari, dengan dukungan Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), Vihara Dhamma Buddhi Bhakti, serta Forum Komunikasi Pendampingan Pembangunan Lingkungan (FKP2L).
Ketua Yayasan Tiara Aksara, Saiful Milah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian yayasan bersama berbagai pihak terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Alhamdulillah bahwa ini dalam rangka kolaborasi antara Yayasan Tiara Aksara dengan Yayasan Setia Bhakti. Dan itu juga didukung oleh Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI),” ujarnya saat diwawancarai, Minggu 16 Agustus 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga melibatkan Vihara Dhamma Buddhi Bhakti dan FKP2L. Selain layanan kesehatan, terdapat pula dukungan dari pihak lain yang menyediakan layanan tambahan bagi masyarakat.
Saiful menjelaskan, masyarakat dapat memperoleh sejumlah pelayanan secara cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi, terapi Qigong, akupunktur, cukur rambut, hingga pembagian kacamata baca gratis.
“Yang paling ramai ya dokter umum sama dokter gigi tadi. Dan akupuntur, terapi Qigong, gunting rambut, dan kacamata, ada enam kegiatan,” katanya.
Ia menambahkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Salah satu layanan yang banyak diminati adalah pengobatan gigi karena biaya perawatan seperti pencabutan dan penambalan gigi dinilai cukup mahal bagi sebagian masyarakat.
“Bicara sakit gigi kan biayanya mahal, nyabutnya, nambalnya. Nah, ini di sini gratis,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pembagian roti kepada masyarakat dan relawan. Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan dapat menjangkau hingga 2.000 warga sampai kegiatan berakhir pada pukul 15.00 WIB.
Saiful berharap bakti sosial tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
“Kita ingin membantu dari segi-segi kesehatan. Merdeka dari kesehatan, merdeka dari hal yang sifatnya masyarakat supaya tenang dan nyaman kalau badannya sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial tersebut. Ia hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang atas penugasan Wali Kota Tangerang untuk memenuhi undangan Yayasan Tiara Aksara.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dua makna penting, yakni memperingati Milad ke-30 Tiara Aksara sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kita sangat mengapresiasi. Bagaimanapun juga ini bagian dari pertama milad ke-30 Tiara Aksara, tetapi juga dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” kata Ruta.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan gratis. Kehadiran warga dari berbagai wilayah juga menciptakan ruang silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
Ruta menyebut, sejumlah dokter yang didatangkan dalam kegiatan tersebut memberikan pelayanan secara langsung, termasuk dokter gigi spesialis yang membawa peralatan medis untuk menunjang pemeriksaan dan penanganan pasien. Masyarakat yang telah diperiksa juga mendapatkan obat melalui layanan apotek yang tersedia di lokasi.
“Dari dokter umum, dokter gigi, tadi kita datang bersama-sama dokter giginya pun dokter gigi spesialis. Saya pikir mengecek saja, tetapi ternyata bawa alatnya juga,” ungkapnya.
Tak hanya pengobatan, pembagian kacamata baca gratis juga mendapat perhatian masyarakat. Ruta berharap kacamata tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktivitas positif, seperti membaca informasi maupun Al-Qur’an.
Di sisi lain, layanan terapi Qigong menjadi salah satu bentuk pelayanan alternatif yang turut menarik perhatian. Ruta bahkan sempat mencoba terapi tersebut saat meninjau kegiatan.
“Dengan pendekatan yang alternatif ini efeknya cukup terasa. Saya merasakan tadi efek-efeknya yang dengan pengolahan-pengolahan energi semesta,” ujarnya.
Suasana bakti sosial semakin meriah dengan adanya layanan cukur rambut gratis. Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki, tetapi juga menyediakan salon bagi perempuan.
Ruta menilai keterlibatan berbagai elemen dalam kegiatan tersebut menjadi contoh positif bagaimana masyarakat, yayasan, organisasi, dan pihak swasta dapat berkolaborasi memberikan manfaat langsung kepada warga.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Dengan mengumpulkan masyarakat sangat bermanfaat untuk masyarakat. Selain mereka bisa saling bersilaturahmi antarwarga, dengan pemimpinnya, dengan Abah Saiful Milah, bersilaturahmi dengan kita dari Pemerintah Kota, juga dari unsur eksternal,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi semacam itu sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Tangerang yang terus mendorong partisipasi berbagai unsur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Karena kita undang partisipasi masyarakat, partisipasi pihak swasta, partisipasi organisasi kemasyarakatan, organisasi-organisasi profesi yang lain untuk bersama-sama menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui bakti sosial tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata berupa kepedulian, gotong royong, dan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (*)











