SD Negeri Sukasari 5 Kota Tangerang Edukasi Siswa Peduli Lingkungan Lewat Pengelolaan Minyak Jelantah

Siswa SDN Sukasari 5 Kota Tangerang saat mengumpulkan minyak jelantah melalui program program kegiatan "Seminyak Hijau" (Sedekah Minyak Jelantah Hijau dan Berkelanjutan) pada Rabu, 12 Agustus 2026.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SD Negeri Sukasari 5 Kota Tangerang menunjukkan komitmen nyata dalam membangun karakter peduli lingkungan serta kesehatan peserta didiknya.

Bacaan Lainnya

Kali ini, sekolah tersebut melakukan edukasi peserta didiknya melalui program peduli lingkungan melalui pengelolaan minyak jelantah. Penerapan program inovatif bertajuk “Seminyak Hijau” (Sedekah Minyak Jelantah Hijau dan Berkelanjutan), pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Program ini merupakan bentuk kerja sama kemitraan strategis dengan perusahaan Novoleum serta disponsori oleh BFI Finance.

Kepala SD Negeri Sukasari 5 Kota Tangerang, Wawat Tustiawati mengatakan, kegiatan pengelolaan minyak jelantah merupakan program inovatif bertajuk “Seminyak Hijau”, yaitu Sedekah Minyak Jelantah Hijau dan Berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga berjalan selaras dengan program sekolah Adiwiyata yang mewajibkan seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan serta pengelolaan limbah, baik di sekolah maupun di rumah tangga.

Ia menjelaskan, bahwa pelibatan siswa dalam program ini memiliki tujuan utama untuk menanamkan sikap peduli lingkungan sejak dini.

“Tidak hanya sampah di sekitar sekolah, tetapi anak-anak juga harus aware (sadar) dengan lingkungan di rumahnya tentu ya,” ujar Wawat Tustiawati

Ia memaparkan, limbah minyak jelantah umumnya berasal dari aktivitas rumah tangga para siswa. Melalui program ini, anak-anak diajak untuk aktif mengelola limbah yang selama ini sering kali dibuang begitu saja atau bahkan digunakan berulang kali secara tidak sehat.

Dikatakannya, langkah ini juga berkaitan erat dengan program kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Sekolah diposisikan sebagai tempat mendidik, membina, menguatkan, serta membentuk karakter anak-anak, baik terhadap kesehatan diri sendiri maupun kepedulian terhadap lingkungan.

“Manfaatnya tentu sangat besar bagi kesehatan diri, keluarga, dan anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Dia menuturkan, dalam pelaksanaannya, pengumpulan minyak jelantah di SD Negeri Sukasari 5 tidak dilakukan setiap hari, melainkan secara berkala setiap dua pekan sekali. Dalam setiap periode pengumpulan, pihak sekolah biasanya mampu menghimpun sekitar 10 hingga 15 liter minyak jelantah. Jumlah tersebut sangat bergantung pada tingkat konsumsi minyak di rumah tangga masing-masing siswa.

“Jika penggunaan minyak di rumah berkurang, maka volume produk minyak jelantah yang dikumpulkan pun akan ikut menurun,” ujarnya.

Melalui program ini, kata Wawat, para siswa dilatih untuk menjadi agen-agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan, baik saat berada di lingkungan rumah tangga maupun di lingkungan sekolah.

Wawat berharap, dari terselenggaranya program “Seminyak Hijau” ini. Ia ingin seluruh siswa beserta keluarganya senantiasa sehat, baik secara fisik maupun jiwa.

“Generasi Indonesia yang unggul itu diawali dari sehat ya. Sehat fisiknya, tentu insyaallah akan sehat pula jiwanya, dan itu diawali dari apa yang dimakan,” pungkasnya

Terlebih, keberhasilan program ini menuntut adanya kolaborasi yang erat antara pihak sekolah dan rumah. Dengan sinergi tersebut, generasi penerus bangsa diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan unggul, sehingga cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045 dapat benar-benar tercapai dengan kesehatan jasmani dan rohani yang optimal.(*)

 

Pos terkait