TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Kereo 7 Kota Tangerang terus menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler angklung dan tari daerah.
Program yang dilaksanakan setiap pekan itu menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan mencintai budaya Indonesia.
Kepala Sekolah SDN Kereo 7, Nursiah mengatakan, pelestarian budaya harus dikenalkan sejak dini agar anak-anak memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa. Dikatakannya, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.
“Komitmen kami tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga upaya kami membentuk karakter peserta didik yang berbudaya, berakhlak mulia, dan mencintai tanah air,” ungkap Nursiah saat ditemui, Kamis, 30 Juli 2016.
“Jadi mengenal budaya sendiri adalah langkah pertama untuk mencintai Indonesia,” sambungnya.
Melalui ekstrakurikuler angklung dan tari daerah, kata Nursiah, sekolah dapat mengenalkan alat musik tradisional angklung sekaligus belajar berbagai tarian daerah dari sejumlah wilayah di Indonesia. Selain mengenal budaya, para siswa juga dilatih agar mampu memainkan angklung dan menampilkan tarian tradisional dengan baik.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, semangat dan keceriaan yang ditunjukkan peserta didik menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan program pelestarian budaya.
“Saya sangat bangga dan bersyukur melihat respons anak-anak SDN Kereo 7 yang begitu luar biasa. Setiap kali kegiatan berlangsung, saya melihat senyum, semangat belajar yang tinggi, dan rasa gembira saat mereka menari maupun memainkan nada-nada indah dari angklung. Semangat ini adalah modal utama keberhasilan kita bersama,” ucapnya.
Ia berharap, pembelajaran budaya yang diberikan di sekolah dapat menjadi bekal bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan maupun menjalani kehidupan di masa depan.
“Melalui ekskul ini anak-anak tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah yang telah dipelajari di sekolah. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang bangga sebagai anak Indonesia, menghargai keberagaman budaya, serta memiliki karakter yang santun, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan bangsa,” pungkasnya. (*)












