Uji Coba TKA Literasi dan Numerasi Tingkatkan Kesiapan Siswa SD dan SMP

Dewan guru SDN Neglasari I tengah memeriksa lembar jawaban hasil uji coba TKA.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Uji coba pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Literasi dan Numerasi bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dan kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah usai.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk mengukur sekaligus memastikan kesiapan peserta didik dalam menghadapi evaluasi pendidikan secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha menjelaskan, bahwa materi soal TKA dirancang beririsan langsung dengan materi pembelajaran di sekolah. Soal-soal mata pelajaran yang diujicobakan tersebut terbagi menjadi dua kategori, yakni soal pilihan wajib yang bersumber dari mata pelajaran utama, serta soal opsional yang variasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan jenjang pendidikan.

“Tujuan uni coba TKA ini untuk memastikan kesiapan anak-anak dalam menghadapi TKA. Adapun terkait soal TKA, masuk ke materi pembelajaran yang terdiri dari soal pilihan wajib maupun opsional dari mata pelajaran,” ujar Langlang saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dia menyampaikan, pada pelaksanaan TKA nanti, mata pelajaran yang diujikan secara spesifik pada uji coba kali ini, pihak Dinas Pendidikan masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan bidang terkait di tingkat SD dan SMP. Kendati demikian, mata pelajaran pokok seperti Bahasa Indonesia dan Matematika dipastikan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tersebut.

Langlang memaparkan, bahwa literasi dan numerasi merupakan indikator krusial dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah, yang juga berkaitan dengan angka partisipasi sekolah. Pelaksanaan uji coba dan survei ini selaras dengan mekanisme survei lingkungan belajar yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikasmen) setiap tahunnya.

Ia menyebut, survei tersebut melibatkan sampel yang meliputi siswa, guru, hingga pimpinan satuan pendidikan. Output dari kegiatan ini nantinya akan bermuara pada rapor pendidikan, yang berfungsi sebagai instrumen penilaian bagi satuan pendidikan maupun pemerintah daerah.

“Fungsi dari survei lingkungan belajar itu sendiri untuk melakukan penilaian terhadap satuan pendidikan serta menjadi bahan perencanaan berbasis data yang dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.

Langlang menambahkan, melihta pada hasil pelaksanaan tahun sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Tangerang menyadari perlunya tahapan pra-TKA atau uji coba secara berkala agar para siswa memiliki kesiapan mental dan akademis yang lebih matang. Dinas Pendidikan terus mendorong satuan pendidikan dan para guru agar fokus memberikan penguatan materi pembelajaran kepada siswa.

Disinggung apakah penerapan TKA berkaitan dengan wacana nasional mengenai kebijakan siswa yang tidak otomatis naik kelas. Ia menyatakan, di Kota Tangerang sendiri, nilai TKA telah dioptimalkan dan difungsikan sebagai salah satu syarat penting untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya melalui jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Namun demikian, terkait wacana kebijakan baru tersebut, hingga saat ini, pihaknya belum menerima aturan resmi.

“Tapi tetap memang itu juga sudah dioptimalkan kalau di Kota Tangerang, kita terus berupaya memaksimalkan kesiapan peserta didik,” pungkasnya.(*)

Pos terkait