Hadapi Musim Kemarau, Kecamatan Pagedangan Ajak Warga Hijaukan Lingkungan dan Stop Membakar Sampah

Kecamatan Pagedangan, mengajak masyarakat untuk melakukan penghijauan dan menjaga kesehatan lingkungan di musim kemarau. Randy/Bantenekspres.co.id

PGEDENGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID– Pemerintah Kecamatan Pagedangan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghijaukan lingkungan sekaligus menjaga kebersihan wilayah selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu upaya sederhana namun efektif untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, serta mencegah munculnya berbagai penyakit yang kerap meningkat saat cuaca panas dan kering.

Selain menggalakkan penghijauan, masyarakat juga diimbau agar tidak membakar sampah sembarangan. Pasalnya, asap hasil pembakaran tidak hanya mencemari udara, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan, meningkatkan risiko kebakaran, dan merusak kualitas lingkungan.

Bacaan Lainnya

Camat Pagedangan Ramdani mengatakan, bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Musim kemarau menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Kami mengajak seluruh warga agar bersama-sama menjaga kebersihan, merawat tanaman yang sudah ada, menanam pohon di lingkungan sekitar, dan tidak melakukan pembakaran sampah. Upaya sederhana ini akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Ramdani kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 29 Juli 2026.

Menurutnya, pemerintah kecamatan juga menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Pagedangan agar melakukan berbagai gerakan penghijauan di lingkungan masing-masing.

“Kami meminta seluruh desa dan kelurahan untuk melakukan gebrakan penghijauan. Bentuknya bisa beragam, mulai dari merawat tanaman di sepanjang jalan, memperbanyak penanaman pohon, hingga membuat taman-taman lingkungan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan ruang terbuka hijau tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi kualitas udara serta kenyamanan masyarakat.

“Kalau lingkungan hijau, udara menjadi lebih segar, suhu lebih sejuk, dan masyarakat juga merasa nyaman. Ruang terbuka hijau dapat menjadi tempat berkumpul, berolahraga, hingga mempererat hubungan sosial antarwarga. Karena itu kami berharap setiap desa memiliki inovasi untuk memperbanyak kawasan hijau,” ungkapnya.

Ramdani juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin semangat gotong royong terus tumbuh. Membersihkan saluran air, memotong rumput liar, menanam bunga, merawat tanaman, hingga membersihkan fasilitas umum merupakan bentuk kepedulian yang harus terus dijaga. Jika semua dilakukan bersama-sama, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” tuturnya.

Ia menegaskan, aksi menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari program yang besar, melainkan dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap warga.

“Jangan pernah menganggap menjaga lingkungan adalah pekerjaan yang sepele. Justru dari langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah, menyiram tanaman, dan ikut kerja bakti, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Lingkungan menjadi sehat, bersih, asri, dan masyarakat pun terhindar dari berbagai penyakit,” jelas Ramdani.

Lebih lanjut, ia berharap gerakan penghijauan dapat menjadi budaya yang terus dilakukan, bukan hanya saat musim kemarau, tetapi sepanjang tahun.

“Kami ingin Pagedangan menjadi wilayah yang hijau, bersih, sehat, dan nyaman. Itu hanya bisa terwujud apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama. Mari kita jadikan penghijauan sebagai gerakan bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait