BPBD Kota Tangerang Perkuat Hidran untuk Antisipasi Kebakaran

Hidran, alat pemadam kebakaran yang berada di lingkungan Puspemkot Tangerang. Dhuyuf/ Bantenekspres.co.id.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana mengaktifkan kembali hidran kota sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang telah terlayani jaringan Perumda Tirta Benteng.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Perumda Tirta Benteng untuk menata ulang sekaligus mengoptimalkan fungsi hidran yang selama ini tidak lagi beroperasi secara maksimal.

Bacaan Lainnya

“Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan bersama-sama dengan PDAM memasifkan hidran kota di Kota Tangerang. Ini menjadi kebutuhan yang cukup penting, terutama untuk wilayah yang sudah dialiri jaringan PDAM,” ujarnya

Menurutnya, BPBD saat ini juga tengah melakukan pemetaan terhadap berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan saat penanganan kebakaran, mulai dari embung, Sungai Cisadane, hingga tandon air yang tersebar di sejumlah wilayah.

Mahdiar menjelaskan, keberadaan hidran kota akan menjadi pelengkap sumber air sehingga petugas pemadam kebakaran tidak bergantung pada sumber air alami saat melakukan pemadaman.

“Kita sudah mulai melakukan pemetaan sumber-sumber air di Kota Tangerang. Selain embung dan Sungai Cisadane, ada wilayah-wilayah yang memerlukan peran hidran kota yang akan kita fungsikan kembali. Dulu sebenarnya sudah ada, tetapi sejak lama perlu diaktivasi lagi dan dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait jumlah hidran yang tersedia, Mahdiar mengakui pihaknya masih melakukan pendataan. Namun, pemerintah menargetkan penambahan hidran secara bertahap seiring semakin luasnya cakupan layanan air bersih Perumda Tirta Benteng.

“Selama kurang lebih delapan sampai sembilan kecamatan sudah terkoneksikan dengan PDAM Kota, kita akan coba memperbanyak hidran. Estimasinya ke depan bisa dibangun sekitar 100 hingga 200 hidran secara bertahap agar tidak terlalu bergantung pada sumber air lainnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait