WARUNGGUNUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak sembilan siswa SD Negeri 2 Warunggunung, Kabupaten Lebak mengalami gejala yang diduga campak. Sehingga, pihaj sekolah mengambil langkah merumahkan ke sembilan siswa tersrbut. Kebijakan itu diambil pihak sekolah sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan kepada siswa lainnya, sembil menunggu penanganan dari pihak puskesmas.
Yati, Kepala SD Negeri 2 Warunggunung mengatakan, siswa yang mengalami sakit berasal dari dua kelas. Berdasarkan pendataan sekolah, enam siswa berasal dari kelas I dan tiga siswa lainnya dari kelas III.
“Yang terdata ada sembilan siswa. Ada yang masih di rumah, ada juga yang sudah kembali masuk sekolah karena kondisinya sudah mulai sembuh,” kata Yati kepada wartawan, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, siswa yang masih sakit diminta beristirahat di rumah hingga kondisi kesehatannya pulih. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit di lingkungan sekolah.
“Kalau yang sakit disuruh libur dan istirahat di rumah. Yang sudah sembuh baru diperbolehkan masuk sekolah lagi,” ujarnya.
Selama menjalani masa istirahat, sekolah tetap berupaya memberikan tugas belajar kepada siswa yang kondisinya memungkinkan. Namun, bagi siswa yang mengalami sakit cukup berat, pihak sekolah tidak mewajibkan mengikuti pembelajaran dari rumah.
“Biasanya dikasih tugas dari sekolah. Tapi kalau sakitnya parah tentu tidak memungkinkan belajar,” ungkapnya.
Yati mengaku, berdasarkan informasi yang diterima dari orang tua, sebagian besar siswa mengalami gejala berupa bintik kemerahan yang mengarah pada dugaan campak, meski ada pula siswa yang menderita penyakit lain.
“Kalau yang saya tahu, baru pertama kali sebanyak ini. Kami harap ini tidak menyebar ke siswa lain,” tuturnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Puskesmas Warunggunung setelah jumlah siswa yang sakit terus bertambah. Sebelumnya, guru hanya mengetahui beberapa siswa tidak masuk sekolah karena sakit dan sempat menjenguk mereka ke rumah.
“Saya baru melaporkan hari ini ke puskesmas karena sebelumnya saya belum mengetahui jumlahnya. Informasinya, pihak puskesmas akan datang ke sekolah untuk melakukan peninjauan,” ucap Yati.(*)
Reporter : A Fadilah











