Kemenag Kota Tangsel Ajak Penghulu Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi Pelayanan Nikah

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Ahmad Rifaudin (tengah) memberikan sambutan saat Bahtsul Masail Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Banten. Kemenag Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel menegaskan pentingnya penguatan kualitas pelayanan pernikahan sebagai upaya mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, serta terlindungi secara agama maupun hukum.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bahtsul Masail Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Banten yang digelar di Remaja Kuring, Serpong, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Ahmad Rifaudin didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam M. Edi Suharsongko.

Bacaan Lainnya

Bahtsul Masail merupakan forum diskusi ilmiah yang membahas berbagai persoalan keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan munakahat.

Dalam sambutannya, Ahmad Rifaudin mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tangsel sebagai tuan rumah pertemuan rutin para penghulu se-Provinsi Banten. Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kompetensi penghulu sekaligus merumuskan solusi atas berbagai tantangan pelayanan pernikahan di tengah perubahan sosial.

“Forum ini harus menjadi ruang penguatan kompetensi dan perumusan solusi atas dinamika pelayanan munakahat di tengah perubahan sosial,” ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Rifaudin menambahkan, penghulu memiliki peran strategis sebagai representasi negara dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Selain memimpin prosesi akad nikah, penghulu juga bertugas mendampingi calon pengantin serta memperkuat ketahanan keluarga melalui pelayanan yang profesional, berintegritas, dan adaptif.

Menurutnya, penghulu saat ini tidak cukup hanya memahami regulasi, tetapi juga harus mampu membaca perubahan sosial, membangun kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan yang humanis.

“Penghulu masa kini tidak cukup hanya memahami regulasi, tetapi juga harus mampu membaca perubahan sosial, membangun kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis dan berintegritas,” jelasnya.

Setiap pelayanan nikah harus menjadi ikhtiar menghadirkan keluarga yang kuat dan masa depan generasi yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, di antaranya pencegahan pernikahan anak, penguatan bimbingan perkawinan, pentingnya pencatatan nikah, transformasi digital layanan, hingga etika bermedia sosial.

Melalui Bahtsul Masail APRI Provinsi Banten, diharapkan lahir kesamaan pemahaman, inovasi, dan kolaborasi antarpenghulu untuk meningkatkan kualitas pelayanan munakahat, melindungi hak perempuan dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat. (*)

Reporter : Tri Budi

Pos terkait