CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Provinsi Banten, termasuk Kota Tangsel saat ini telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Hartanto mengatakan, berdasarkan analisis BMKG, seluruh wilayah Banten, khususnya Kota Tangsel, sudah memasuki periode musim kemarau.
“Untuk wilayah Banten, khususnya Kota Tangerang Selatan, saat ini sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 28 Juli 226.
Hartanto menambahkan, fenomena cuaca yang terasa sangat panas pada siang hari namun berubah menjadi dingin pada malam hingga dini hari merupakan kondisi yang normal saat musim kemarau.
Menurutnya, suhu dingin pada malam hari dipengaruhi Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melintasi wilayah Indonesia. Angin tersebut membawa massa udara yang kering dan relatif lebih dingin karena berasal dari daratan Australia serta melewati perairan Samudera Hindia yang memiliki suhu permukaan laut lebih rendah.
“Kondisi ini membuat angin hanya membawa sedikit uap air sehingga pertumbuhan awan menjadi berkurang, terutama pada malam hari,” tambahnya.
Selain itu, minimnya tutupan awan menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara turun cukup signifikan.
“Kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar langsung ke atmosfer tanpa hambatan sehingga suhu pada malam hingga dini hari terasa lebih dingin,” jelasnya.
Hartanto menuturkan, musim kemarau di wilayah Banten, termasuk Kota Tangsel, diprakirakan berlangsung hingga September 2026. Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air untuk mengantisipasi potensi kekeringan.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah guna mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman selama musim kemarau.
“Masyarakat juga perlu menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan, serta selalu memantau informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi BMKG,” tutupnya. (*)












