CIPUTAT-Ledakan dahsyat mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu, 14 Oktober sekitar pukul 18.15 WIB.
Ledakan tersebut diduga berasal dari salah satu rumah toko (ruko) dua lantai yang berdasarkan informasi awal digunakan sebagai gudang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dahsyatnya ledakan membuat bangunan ruko tersebut porak poranda. Sejumlah bangunan yang berada di depannya juga mengalami kerusakan cukup parah akibat dampak ledakan.
Sejumlah korban dilaporkan telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, jumlah korban maupun kondisi mereka belum diketahui secara pasti.
Hingga berita ini ditulis, polisi bersama petugas terkait masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. Petugas juga menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari kemungkinan adanya korban yang masih terjebak.
Selain proses evakuasi, polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan yang menggemparkan kawasan Pasar Cimanggis tersebut.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab ledakan maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Warga yang tak jauh dari lokasi bernama Udin (53) mengatakan, dirinya saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi dan mendengar suara ledakan yang sangat besar. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026 sekitar pukul 18.15 WIB.
“Yang meladak gudang SPPG. Isi gudangnya ada telur, buah-buahan, sayur-sayuran dan lainnya. Jadi yang meledak ini gudang SPPG, kalau dapurnya katanya ada di daerah Kebayoran, Jakarta Selatan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 14 Oktober 2026.
Udin menambahkan, gudang yang meledak tersebut terdiri dari 2 lantai, dimana lantai 2 digunakan untuk tempat istirahat karyawan. Sedangkan lantai untuk tempat menyimpan barang-barang. “Karyawan ini tinggal dan nginepnya di lantai 2. Kemungkinan ledakannya berasal dari bagian bawah,” tambahnya.
Menurutnya, dirinya yang bekerja sebagai kuli Pasar Cimanggis sedikit mengetahui kegiatan yang dilakukan ruko yang meledak tersebut. Namum, dirinya tidak mengetahui pasti jumlah karyawannya.
“Saya kurang tahu jumlah karyawan berapa, tapi yang saya dan warga evakuasi ada sekitar 8 orang, tergeletak di jalanan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Menurutnya, bangunan yang ada didepan ruko yang meledak juga tak luput dari kerusakan parah. Bangunan yang rusak parah adalah yang menjual makan dan minuman. Dan pemilik toko kemungkinan menjadi korban ledakan lantaran tertipa materian bangunan.
“Saya tidak tau pasti berapa jumlah korbanya dan kodisinua, tapi yang saya evakuasi tadi lukanya cukup parah. Yang punya gudang SPPG biasa disapa Ko Alex,” tutupnya.
Hal senada dikatakan warga lain bernama Gandi. Gandi mengatakan, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.15. WIB. “Suaranya seperti ban truk pecah tapi suaranta sangat lebih keras. Toko saya tidak jauh dari lokasi,” ujarnya.
“Begitu mendengar suara ledakan saya langsung berlari dan melihat korban pada berserakan,” tambahnya.
Hingga Pukul 20.03 WIB polisi belum memberikan keterangan terkait ledakan tersebut karena bersama pihak terkait masih berusaha mengevakuasi kemungkinan korban yang masih terjebak direruntuhan bangunan. (*)
Reporter : Tri Budi












