Ledakan di Pasar Cimanggis Tewaskan Dua Orang, 11 Luka-luka

Ruko penyimpanan buah di Pasar Cimanggis, Ciputat porak poranda akibat ledakan dahsyat yamg terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026 sekitar pukul 18.5 WIB. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Rabu, 14 Oktober 2026 petang, menewaskan dua orang dan menyebabkan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Dua korban meninggal dunia adalah Achmad Tri Prasetyo (meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta Selatan) dan Riko Eka Putra (meninggal dunia di lokasi).

Total korban dalam ledakan tersebut ada 13 orang dan mereka langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Yakni di RS Sari Asih ada 4 orang, RSU Kota Tangsel ada 4 orang (1 meninggal dunia), dan RS Fatmawati ada 4 orang (1 meninggal dunia).

Informasi yang diperoleh, Achmad merupakan penyewa ruko yang meledak. Sedangkan Riko merupakan pemilik toko atau warung jamu yang ada di depan ruko yang meledak.

Polisi menyebut ledakan tersebut menghancurkan sebuah ruko dua lantai yang digunakan sebagai gudang penyimpanan buah. Dampaknya, sedikitnya empat blok ruko mengalami kerusakan.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Susatyo Purnomo mengatakan, kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Selatan, serta tim penjinak bom (Jibom).

“Dari hasil olah TKP bersama Jibom, ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih kami dalami,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari.

Susatyo menambahkan, petugas memprioritaskan proses evakuasi dan pertolongan terhadap para korban. Pendataan korban juga masih berlangsung untuk memastikan informasi mengenai jumlah dan kondisi mereka.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, sebagian korban merupakan pekerja di sekitar gudang yang meledak. Namun, terdapat pula korban yang ditemukan di depan ruko saat kejadian berlangsung.

Polisi juga menemukan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram di lokasi kejadian. Gas etilen lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah. Selain itu, petugas menemukan tumpukan buah pisang yang masih mentah di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.

Menurut Susatyo, berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian terdapat aktivitas pengemasan buah untuk kemudian dipasok ke pasar-pasar.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan hubungan antara keberadaan tabung etilen dan ledakan yang terjadi. Penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan.

“Memang di luar setelah olah TKP ditemukan beberapa tabung. Namun, kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi kepolisian untuk melakukan olah TKP lebih lanjut,” tambahnya.

Olah TKP awal telah dihentikan sementara karena kondisi di lokasi. Polisi kemudian menutup area kejadian dan menetapkannya sebagai status quo agar masyarakat tidak melintas maupun mengganggu proses penyelidikan.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung Kamis, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. “Tim gabungan dari Puslabfor Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangsel akan kembali memeriksa bagian dalam bangunan untuk mencari petunjuk penyebab ledakan,” jelasnya.

Selain itu, polisi akan memeriksa lima saksi di Polres Tangsel guna menggali keterangan terkait aktivitas di gudang sebelum kejadian.

Susatyo menegaskan, proses evakuasi dan penyisiran reruntuhan masih menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di lokasi. Kepolisian menyatakan perkembangan hasil penyelidikan, termasuk penyebab ledakan dan data lengkap korban, akan disampaikan setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan.

Sementara itu, warga yang tak jauh dari lokasi ledakan, Denny (42) mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sangat singkat. Denny mengaku, tempat dirinya berada dengan bangunan yang meledak hanya berjarak 5 ruko saja.

“Saya sedang di ruko dan saat kejadian sedang mau makan. Tiba-tiba ada ledakan sangat keras. Kencang banget suaranga, bergetar gitu, sampai kita tuh kayak keangkat gitu,” ujarnya.

Deni menambahkan, akibat ledakan tersebut membuat atap di bangunan tempatnya bekerja langsung berjatuhan. Selain itu membuat karyawannya pun berlarian meninggalkan gedung yang dijadikan sebagai klinik tersebut.

“Berapa detik kemudian karyawan saya dari bawah teriak-teriak panggil-panggil saya turun suruh turun ke bawah,” tambahnya.

Keludian dirinya dan karyawan lain berlari keluar ruko dan melihat korban berjatuhan di depan ruko yang meledak. “Banyak puing-puing berserakan dan korban berjatuhan,” tuturnya.

Pantauan Bantenekspres.co.id di lokasi, ruko yang meledak merupakan dua ruko dua lantai. Akibat kerasnya ledakan membuat setidaknya 4 ruko yang ada disebelahnya juga mengalami kerusakan parah. Tak hanya itu, bangunan yang ada di depan arau sebrang ruko yang meledak juga terkena mengalami kerusakan.

Lantaran kerasnya ledakan membuat satu unot mobil box yang terparkir di depan ruko yang meledak terpental dan terguling. Akibatnya, mobil itu menimpa warung jamu yang ada di depan ruko.

Sebelumnya, warga menyebut ruko yang meledak adalah gudang atau supplier Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, polisi menyebut ruko tersebut adalah gudang penyimpanan buah. (*)

 

Pos terkait