Mahasiswa KKN 23 UIN Banten Bangun Tungku Pembakar Sampah Ramah Lingkungan di Lebak

Mahasiswa KKN 23 UIN Banten membangun rocket stove, yakni tungku pembakar sampah ramah lingkungan, di Kampung Padarame, Desa Sukanegara, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak.

 

LEBAK, BANTENEKSPRES.CO.ID– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten membangun rocket stove, yakni tungku pembakar sampah ramah lingkungan, di Kampung Padarame, Desa Sukanegara, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak. Program kerja unggulan tersebut dilaksanakan pada 26–27 Juli 2026 sebagai upaya membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan warga.

Bacaan Lainnya

Ketua KKN Kelompok 23, Gyas, mengatakan program itu lahir dari hasil observasi dan diskusi bersama pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga. Dari hasil tersebut, persoalan sampah menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak karena belum tersedia tempat pengelolaan sampah yang memadai.

“Program ini lahir dari hasil observasi kami. Banyak warga masih membuang sampah sembarangan atau membakarnya di pekarangan rumah,” kata Gyas, Selasa 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, tungku pembakar sampah dibangun di dua titik, yakni RT 02 dan RT 03. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan kawasan padat penduduk yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

“Dua lokasi itu dipilih karena sering menjadi tempat pembuangan sampah liar dan berada di kawasan permukiman padat penduduk,” ujarnya.

Salah seorang warga, Denis, mengungkapkan sebelum adanya fasilitas tersebut, sebagian masyarakat membuang sampah ke kawasan hutan di sekitar kampung. Bahkan, ada yang membuang sampah di sekitar sumber mata air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sebelumnya warga biasa membuang sampah ke hutan. Bahkan ada juga yang membuang sampah di sekitar sumber mata air yang digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Banten yang membangun tungku pembakar sampah tersebut. Menurutnya, fasilitas itu diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan dan sumber mata air tetap terjaga.

“Dengan adanya tungku pembakar sampah ini, semoga masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan dan lingkungan tetap bersih,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait