Anggaran Perawatan Auning Pujasera Alun-Alun Rangkasbitung Dipertanyakan

Kondisi Pujasera Alun-alun Rangkasbitung yang tidak pernah tersentuh perawatan, Rabu 15 Juli 2026. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah Pedagang pujasera (pusat jajanan serba ada) di Alun-alun Rangkasbitung mengeluhkan tenan atau auning tempat jualan mereka yang sudah tidak layak. Hal tersebut akibat tidak pernah adanya perawatan atau perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Lebak sebagai OPD pengelolanya.

Rahmat, Seorang pedagang di Pujasera Alun-alun Rangkasbitung mengatakan, sejak awal pembangunan hingga sekarang auning tempat berdagang belum pernah dilakukan perawatan atau hanya sekedar pengecetan.

Bacaan Lainnya

“Kondisinya banyak tiang atau penyangga patah dan kami perbaiki secara swadaya,” kata Rahmat, kepada wartawan, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, untuk berdagang di Pujasera Alun-alun, semua pedagang dikenakan sewa tempat, setiap tahun setiap pedagang harus membayar Rp2,5 juta.

“Awal menempati pujasera kita bayar sewa Rp1,5 juta, tapi naik setelah beberapa tahun menjadi Rp2,5 juta yang disetorkan ke Disperindag Lebak,” ujarnya.

Lanjutnya, dia dan semua pedagang meminta agar Disperindag segera melakukan perbaikan, karena hasil perbaikan dengan cara swadaya tidak dapat menyentuh semua titik yang rusak.

“Banyak tiang besi yang sudah patah dan keropos, dan atap yang sudah tidak layak,” tuturnya.

Terpisah, Yani Kabid Pedagangan Disperindag Pemkab Lebak mengaku, terkait Pujasera alun-alun rencananya tahun ini kalau tidak ada perubahan dianggarkan perbaikan melalui OPD di Dinas PUPR Lebak.

“Terakhir infonya mereka sedang membuat perencanaannya, khawatir ada update terbaru bisa tanya bidang tata ruang DPUPR), karena mereka yang di berikan tugas oleh Pemda untuk hal tersebut,” ucap Yani.(*)

 

Pos terkait