TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Di hari pertama masuk sekolah nanti, Pemkot Tangerang menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15310 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Kebijakan ini diterbitkan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran ayah dalam pengasuhan sekaligus mendampingi anak saat memasuki tahun ajaran baru.
Asisten daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono mengatakan, surat edaran tentang pelaksanaan gerakan ayah mengantar anak di Hari pertama sekolah ditandatangani Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Hal itu menindaklanjuti atas Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
”Gerakan ini bertujuan meningkatkan kualitas keluarga melalui keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak,” kata Ruta, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kehadiran ayah atau wali laki-laki pada hari pertama sekolah diharapkan mampu memberikan dukungan emosional kepada anak, menumbuhkan semangat belajar, memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, serta membangun pola pengasuhan yang kolaboratif antara ayah dan ibu.
”Kami mengajak seluruh keluarga di Kota Tangerang untuk menjadikan momen hari pertama sekolah sebagai kesempatan mempererat hubungan antara orang tua dan anak,” ujarnya.
Dikatakannya kehadiran ayah di hari pertama sekolah bukan hanya sekadar mengantar anak, tetapi juga bentuk dukungan moral dan perhatian yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter serta motivasi belajar anak.
Tak terkecuali, surat edaran tersebut juga berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.
”Ini sudah diintruksikan di seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk memberikan dukungan melalui penyesuaian waktu pelaksanaan tugas kedinasan agar ASN dapat menjalankan peran tersebut tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.
Ruta menambahkan, pihaknya mendorong para ayah memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog dengan guru mengenai perkembangan akademik, karakter, maupun potensi anak. Ia berharap, langkah ini dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan.
”Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, diharapkan budaya keterlibatan ayah dalam pengasuhan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan positif di lingkungan keluarga,” pungkasnya.(*)











