PONDOK AREN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Belum lama ini Kota Tangsel kembali mendapat apresiasi atas keberhasilannya mempertahankan prestasi dalam digitalisasi keuangan daerah. Kota bermotto Cerdas, Modern, Religius itu telah dua kali meraih penghargaan dalam ajang Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten mengapresiasi komitmen Pemkot Tangsel dalam memperluas transaksi digital, baik pada sektor penerimaan maupun belanja daerah. Capaian tersebut dinilai dapat menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain dalam mengembangkan ekosistem digital.
Kepala Perwakilan BI Banten Sofwan Kurnia mengatakan, perkembangan transaksi pembayaran nontunai di Banten menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Banten mencapai sekitar 1,05 miliar transaksi dengan nilai Rp87,75 triliun.
“Ini capaian yang luar biasa. Pertumbuhan transaksi QRIS di Banten menunjukkan semakin tingginya literasi dan penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital,” ujarnya saat memberikan sambutan acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank BJB serta sejumlah perangkat daerah di Hotel Double Tree by Hilton, Pondok Aren, Jumat, 16 Oktober 2026.
Sofwan menambahkan, secara tahunan volume transaksi QRIS tumbuh 30,91 persen, sedangkan nominal transaksinya meningkat 14,73 persen. Jumlah pengguna QRIS tercatat sekitar 3,9 juta orang, dengan jumlah merchant mencapai 3,1 juta. Sebanyak 95,52 persen merchant tersebut merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Perkembangan tersebut menunjukkan QRIS bukan hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga berperan penting dalam mendukung digitalisasi usaha dan memperkuat UMKM,” tambahnya.
BI Banten menilai Kota Tangsel memiliki ekosistem digital yang cukup matang. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan prestasi TP2DD.
Dari sisi belanja daerah, implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) berbasis QRIS di Kota Tangsel juga menunjukkan perkembangan positif. “Sepanjang 2025, sebanyak 37 organisasi perangkat daerah (OPD) telah menerapkan KKI dengan volume 664 transaksi dan nilai mencapai Rp2,8 miliar,” jelasnya.
BI berharap pemanfaatan KKI terus meningkat untuk mendorong efisiensi belanja daerah, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah.
Sementara itu, dari sisi penerimaan daerah, peluang peningkatan digitalisasi masih terbuka melalui perluasan pembayaran pajak dan retribusi. “Salah satu inovasi yang disiapkan adalah QRIS Tab disertai penerapan pembayaran digital pada sektor parkir tepi jalan umum dan pengelolaan pasar tradisional,” tuturnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah mengoptimalkan penerimaan asli daerah (PAD).
BI Banten juga mendorong penguatan integrasi pembayaran digital dalam belanja daerah, peningkatan literasi digital masyarakat, serta optimalisasi peran bank pembangunan daerah sebagai pemegang rekening kas umum daerah.
“Dengan berbagai upaya tersebut, Kota Tangsel diharapkan mampu mempertahankan prestasi TP2DD sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal melalui tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien,” ungkapnya.
BI Banten pun menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Tangsel atas kolaborasi dan sinergi yang telah dibangun. Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah secara berkelanjutan. (*)












