KELAPA DUA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menggelar Lomba Simulasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi anak dan remaja menghadapi perkembangan teknologi digital.
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh perwakilan TP PKK kelurahan dan desa se-Kecamatan Kelapa Dua. Melalui lomba simulasi ini, para peserta menampilkan pemahaman serta pendekatan pola asuh yang tepat dalam membangun keluarga yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ketua TP PKK Kecamatan Kelapa Dua Dini Lismawati Sudrajat mengatakan, pola asuh anak dan remaja di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan pengetahuan, pengawasan, serta komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.
“Di era digital seperti sekarang ini, anak-anak dan remaja sangat dekat dengan teknologi, terutama telepon pintar dan media sosial. Karena itu, orangtua harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar bisa mendampingi anak dengan baik,” ujar Dini kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 18 Oktober 2026.
Menurutnya, penggunaan teknologi digital memiliki banyak manfaat apabila dimanfaatkan secara tepat. Namun, tanpa pendampingan yang memadai, anak-anak juga berpotensi terpapar berbagai konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Oleh karena itu, Dini menilai orangtua tidak cukup hanya melarang anak menggunakan gawai. Orangtua juga perlu memberikan pemahaman mengenai manfaat dan risiko dunia digital, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman untuk bercerita kepada keluarga.
“Pendampingan itu bukan semata-mata melarang anak bermain gawai atau menggunakan media sosial. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memberikan pengertian, membangun komunikasi, dan mengajarkan anak untuk bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lihat maupun bagikan di dunia digital,” katanya.
Ia menjelaskan, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, serta etika dalam berkomunikasi perlu ditanamkan sejak dini, termasuk ketika anak beraktivitas di ruang digital.
Dini juga mengingatkan bahwa orangtua harus menjadi teladan bagi anak dalam menggunakan teknologi. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membatasi penggunaan gawai saat berkumpul bersama keluarga dapat membantu membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Kalau kita ingin anak bijak menggunakan media sosial, tentu orang tuanya juga harus memberikan contoh yang baik dalam menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, Lomba Simulasi PAAREDI bukan sekadar ajang kompetisi antarkader TP PKK, melainkan juga sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman mengenai pola asuh yang sesuai dengan tantangan masa kini.
Melalui simulasi tersebut, para kader diharapkan dapat memahami berbagai persoalan yang dihadapi keluarga dalam mendampingi anak dan remaja, sekaligus menemukan pendekatan yang tepat untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai perlombaan saja. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan kembali kepada masyarakat, khususnya para orang tua di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Dini menambahkan, peran kader PKK sangat penting dalam menyosialisasikan pola asuh yang sehat dan bertanggung jawab. Kader di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi keluarga, sehingga semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya pendampingan anak di tengah perkembangan teknologi.
Ia juga mengajak seluruh elemen keluarga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga perlu dilakukan melalui kerja sama antara orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
“Kita ingin anak-anak dan remaja di Kecamatan Kelapa Dua tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki sopan santun, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif. Jangan sampai teknologi justru menjauhkan hubungan antara anak dan orang tua,” tegasnya.
Dini berharap, melalui kegiatan PAAREDI, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola asuh di era digital semakin meningkat. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, memilah informasi, menjaga etika berkomunikasi, serta memahami tanggung jawab dalam kehidupan digital.
“Harapan kami, keluarga di Kecamatan Kelapa Dua semakin kuat dan semakin siap menghadapi tantangan zaman. Mari kita dampingi anak-anak dengan kasih sayang, komunikasi yang baik, dan pemahaman digital yang memadai. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mewujudkan generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan bijak bermedia sosial,” pungkasnya. (*)












