PANONGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Puskesmas Panongan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui program Identifikasi Balita Stunting Keliling (INSTING). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, dengan menyasar balita yang membutuhkan pemantauan status gizi dan kesehatan secara menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan melakukan validasi data balita yang mengalami masalah gizi, pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, serta pemeriksaan Mantoux sebagai langkah deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) pada anak.
Program INSTING menjadi salah satu upaya Puskesmas Panongan untuk memastikan setiap balita di wilayah kerjanya mendapatkan pemantauan tumbuh kembang secara optimal. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, tenaga medis juga memberikan intervensi gizi sesuai kondisi masing-masing balita agar pertumbuhan mereka dapat kembali optimal.
Kepala Puskesmas Panongan dr. Yasmina Ediani mengatakan, kegiatan INSTING merupakan bentuk komitmen Puskesmas Panongan dalam menekan angka stunting melalui pendekatan langsung ke masyarakat.
“Program INSTING kami hadir untuk memastikan seluruh balita yang memiliki risiko stunting maupun masalah gizi dapat teridentifikasi sejak dini. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sesuai kondisi masing-masing anak,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa depan.
“Karena itu kami tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pencegahan harus dimulai sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kadar Hb dilakukan untuk mengetahui apakah balita mengalami anemia yang dapat memengaruhi pertumbuhan. Sementara pemeriksaan Mantoux dilakukan sebagai upaya deteksi dini TBC pada anak, mengingat penyakit tersebut juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi gizi anak.
“Kami ingin memastikan setiap balita yang mengalami masalah kesehatan memperoleh penanganan sedini mungkin. Jangan sampai ada anak yang terlambat mendapatkan pelayanan karena tidak terdeteksi. Oleh sebab itu, petugas turun langsung ke desa melalui program INSTING,” jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para orang tua juga diberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi sesuai usia anak, pemantauan berat badan dan tinggi badan secara berkala, serta pentingnya menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Yasmina menegaskan, keberhasilan menekan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kader posyandu hingga keluarga.
“Peran orang tua sangat menentukan. Anak harus mendapatkan asupan gizi yang cukup, imunisasi lengkap, pola hidup bersih dan sehat, serta rutin datang ke posyandu. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan anak karena investasi terbaik adalah menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Puskesmas Panongan akan terus melaksanakan program INSTING secara berkelanjutan di seluruh desa di wilayah Kecamatan Panongan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.
“Kami ingin memastikan tidak ada balita yang luput dari pemantauan. Melalui INSTING, kami berharap seluruh anak di Kecamatan Panongan dapat tumbuh sehat, memiliki status gizi yang baik, dan terbebas dari stunting sehingga mampu menjadi generasi penerus yang unggul di masa mendatang,” tutupnya. (*)
Reporter : Randy Yastiawan












