Proyek Pipa Bawah Tanah Rp3,8 Miliar untuk Atasi Banjir di Kutabumi 2

Lurah Kutabumi Ade Sunaryo memastikan proyek pipe jacking senilai Rp3,8 miliar di Perumahan Kutabumi 2 berjalan kondusif untuk penanggulangan banjir. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Kutabumi saat musim hujan.

Salah satunya melalui pengerjaan proyek pipe jacking (pemasangan pipa bawah tanah) di kawasan Perumahan Kutabumi 2, Kecamatan Pasar Kemis.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan jacking saluran air ini didanai oleh APBD T.A. 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp3.885.036.300.

Proyek ini dilaksanakan oleh pelaksana CV. VINI VIDI VICI dengan waktu pelaksanaan selama 120 (seratus dua puluh) hari kerja.

Lurah Kutabumi Ade Sunaryo menyampaikan, pengerjaan proyek pemasangan saluran ini difokuskan untuk menangani genangan air di wilayah RW 20 dan RW 21 Perumahan Kutabumi 2.

“Kegiatan proyek pipe jacking di Perumahan Kutabumi 2 ini mencakup dua wilayah, yaitu RW 20 dan RW 21. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menanggulangi permasalahan banjir pada saat musim hujan di area Kutabumi,” ujar Ade Sunaryo di lokasi, Senin, 19 Oktober 2026.

Menanggapi kabar yang sempat beredar di masyarakat mengenai kendala saat pengerjaan teknis di lapangan, Ade menegaskan situasi sudah sepenuhnya terkendali dan tidak ada warga yang dirugikan.

“Walaupun kemarin ada sedikit kejadian yang sudah ramai diberitakan, alhamdulillah kami memastikan warga RW 20 dan RW 21clear, tidak ada yang terkena dampak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, alir air yang sempat terkendala kini sudah berhasil dialirkan kembali ke saluran pembuangan yang ada.

“Airnya alhamdulillah sudah masuk lagi ke saluran existing yang ada, sehingga dikeluarkan lagi ke seberang sana menuju saluran air yang memang sudah tersedia sebelumnya. Semua sudah terkendali oleh pelaksana dan dinas terkait,” lanjutnya.

Atas nama warga Perumahan Kutabumi, Ade berharap proyek penanggulangan banjir ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target pengerjaan 120 hari.

“Kami berharap kegiatan ini bisa segera diselesaikan dengan baik agar masyarakat Perumahan Kutabumi, khususnya RW 20 dan RW 21, dapat merasakan manfaat positif dari proyek ini,” pungkasnya. (*)

 

 

Pos terkait