Kwarcab Kota Tangerang Wacanakan Pembentukan Gugus Depan Teritorial dan Kampung Pramuka

Jajaran Kwaran Ciledug siap menindaklanjuti wacana pembentukan Kampung Pramuka di wilayahnya.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID — Gerakan Pramuka terus berbenah dalam menghadapi tantangan zaman. Kwartir Cabang Kota Tangerang menyoroti pentingnya pembentukan “Kampung Pramuka” sebagai langkah strategis untuk mengembalikan esensi pendidikan karakter di tengah merosotnya nilai-nilai tata krama dan akhlak karimah di kalangan pelajar saat ini.

Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Ika Lestari mengungkapkan, pentingnya memperluas jangkauan kegiatan kepramukaan agar tidak hanya terpusat di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikannya saat dihubungi, Senin, 19 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Ika, kegiatan kepramukaan ke depannya dapat dioptimalkan di tengah masyarakat melalui lingkungan terdekat seperti masjid, RT, maupun RW. Dengan melibatkan orang tua serta pemangku lingkungan secara langsung, pembentukan gugus depan teritorial lengkap dapat terwujud.

“Kita bisa melaksanakan di lingkungan, itu bahkan bisa menjadi gugus depan teritorial lengkap di mana semua tingkatan golongan itu ada, baik dari siaga, penggalang, penegak, pandega, pembina, dan pelatihnya semua ada dalam satu lingkungan. Itu yang mau kita bentuk,” ujar Ika.

Ia membandingkan dengan sistem gugus depan di sekolah yang selama ini cenderung terbatas berdasarkan usia—seperti siaga dan penggalang untuk tingkat SD, penggalang untuk tingkat SMP, penegak untuk tingkat SMA, hingga pandega di lingkungan kampus atau universitas. Melalui model teritorial, seluruh jenjang golongan kepramukaan dapat dirangkul dalam satu wadah di tengah masyarakat.

Menurut dia, sebagian masyarakat yang masih menganggap Pramuka sebagai kegiatan kuno, namun, Ika menegaskan, bahwa gerakan Pramuka saat ini telah banyak berinovasi. Kegiatan-kegiatan kepramukaan kini dirancang agar adaptif terhadap perkembangan teknologi serta selaras dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Perlu diketahui, saat ini sudah banyak kegiatan-kegiatan kepramukaan yang sudah sangat inovatif menyesuaikan beradaptasi dengan kebutuhan teknologi atau kegiatan-kegiatan yang lebih beragam yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan generasi kita pada saat ini,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret dalam mendekatkan kepramukaan dengan lingkungan masyarakat, kata Ika, Kwarcab Kota Tangerang telah menyiapkan program pembentukan Kampung Pramuka pada tahun ini. Program ini telah disiapkan di dua wilayah kuartir ranting, yakni Kuartir Ranting Karawaci dan Kuartir Ranting Cipondoh.

Ia, berharap seluruh kuartir ranting di Kota Tangerang nantinya memiliki basis serupa, baik dalam bentuk kampung pramuka maupun komunitas-komunitas pendukung di lingkungan warga.

Sementara itu, Ketua Kwaran Ciledug, Agus Solihin mengatakan, atmosfer kepramukaan era saat ini dengan tahun 1990-an yang dinilai jauh lebih kental dengan jiwa kepanduan.

“Satu sisi, gerakan kepramukaan ini beda sekali dengan kegiatan Pramuka di tahun 90-an. Hari ini kegiatan kepramukaan di kita itu emang kurang dari rasa kepramukaannya,” ujar Agus.

Menurutnya, pergeseran perilaku tersebut terlihat jelas dari pudarnya tata krama dan akhlak karimah para pemuda serta pelajar saat ini. Kondisi ini dinilai belum sejalan dengan visi besar Kota Tangerang yang berhaluan karimah.

Oleh karena itu, kata Agus, pihak Kwaran Ciledug menyambut antusias wacana pembentukan Kampung Pramuka di wilayahnya. Program ini diyakini mampu menjadi wadah interaktif berbasis masyarakat untuk membina generasi muda secara langsung di lingkungan tempat tinggal.

Terlebih lagi, Agus juga menyoroti adanya wacana penghapusan kebijakan sistem penilaian tertentu yang kerap dinilai kurang efektif dalam memacu motivasi belajar siswa.

“Maka saya pun sangat menyambut dengan adanya Kampung Pramuka, apalagi sekarang dari kementerian ada yang namanya program akan dihilangkan RMS, rajin malas sama saja,” tambahnya.

Dengan kombinasi hadirnya Kampung Pramuka serta evaluasi sistem pendidikan yang ada, Agus optimistis para pelajar ke depan dapat tumbuh menjadi generasi yang berjiwa Pancasila dan menjunjung tinggi nilai-nilai asuhan luhur bangsa.(*)

 

Pos terkait