MAUK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat ada sebanyak 72 warga yang mengidap ISPA akibat kebakaran TPA Jatiwaringin. Sebelumnya, ada 154 warga yang terjangkit ISPA, data itu menurun setelah mendapatkan pengobatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menjelaskan, banyaknya warga sekitar TPA Jatiwaringin yang terjangkit ISPA akibat kualitas udara yang memburuk. Ia menuturkan kondisi tersebut jika tidak diobati dengan baik dikhawatirkan akan menyebabkan radang paru-paru.
“Kemarin jumlah 72 orang. ISPA timbul karena kualitas udara yg kurang baik, tapi yg ditakutkan bukan ISPA, tapi pneumonia atau radang paru-paru,” ucapnya, Senin 6 Juli 2026.
Sejauh ini, kata Hendra, pihaknya sudah mendirikan tiga posko kesehatan untuk masyarakat sekitar yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin. Lokasinya ada di Kecamatan Rajeg, Kecamatan Sukadiri, dan di sekitar TPA Jatiwaringin.
“Jadi kita temukan ISPA tujuannya adalah untuk diobati agar tidak berlanjut ke pneumonia. Kita ada tiga posko di Kecamatan Rajeg, satu di kec sukadiri, dan satu di TPA jatiwaringin,” ucapnya.
Masyarakat yang terdampak dan merasa sesak nafas, kata Hendra, bisa mendatangi posko kesehatan maupun Puskesmas terdekat.
“ISPA tiga hingga tujuh hari sembuh jika diobati dan tidak berlanjut ke Pneumonia, sebelumnya ada 154 sekarang ada 72 orang, ada penurunan karena sudah sembuh,” ucapnya. (*)











