Dinkes Kota Serang Sebut Kepercayaan Masyarakat Masih Jadi Tantangan Imunisasi

Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin saat mengikuti Participatory Workshop di Hotel Aston Serang, Senin 6 Juni 2026.

 

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menyebut rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak. Padahal, dari sisi pelayanan, pemerintah daerah telah menyiapkan tenaga kesehatan hingga fasilitas penyimpanan vaksin yang sesuai standar.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan layanan imunisasi berjalan optimal. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan pengelolaan rantai dingin (cold chain) guna menjaga kualitas vaksin selama proses distribusi.

“SDM kami sudah dibekali pelatihan manajemen rantai vaksin, dan fasilitas penyimpanan seperti cold room di gudang farmasi juga sudah sesuai standar,” katanya saat mengikuti Participatory Workshop: Komitmen Daerah dan Sinergi Multisektoral dalam Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar Anak yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Hotel Aston Serang, Senin 6 Juni 2026.

Menurut Hasanudin, pengawasan terhadap distribusi vaksin juga terus diperkuat. Sebab, kualitas vaksin harus tetap terjaga sejak proses penyimpanan hingga diterima masyarakat.

“Kalau rantai dinginnya terganggu, kualitas vaksin bisa menurun. Karena itu pengawasan di setiap tahapan distribusi harus benar-benar berjalan,” ujarnya.

Meski layanan kesehatan terus ditingkatkan, Hasanudin mengakui tantangan terbesar saat ini justru datang dari persepsi masyarakat terhadap imunisasi. Masih ada orang tua yang khawatir anaknya mengalami demam atau rewel setelah disuntik sehingga enggan melengkapi imunisasi.

“Masih ada orang tua yang merasa kasihan kalau anaknya disuntik karena takut demam atau rewel. Padahal tujuan imunisasi adalah melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti TBC, hepatitis, dan campak,” ungkapnya.

Ia menilai peningkatan cakupan imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perangkat lingkungan agar edukasi mengenai pentingnya imunisasi dapat diterima lebih luas.

Sementara itu, dokter spesialis anak Rini Sekartini menegaskan imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling aman dan efektif dalam mencegah berbagai penyakit pada anak.

Ia mengatakan efek samping berat akibat imunisasi sangat jarang terjadi. Reaksi yang umum muncul hanya berupa demam ringan atau anak menjadi rewel, yang umumnya dapat ditangani dengan baik.

Rini berharap edukasi mengenai manfaat imunisasi terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga lebih banyak anak memperoleh imunisasi dasar secara lengkap.

“Kalau pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, sampai RT dan RW menyampaikan pesan yang sama, masyarakat akan lebih mudah menerima pentingnya imunisasi. Dengan begitu, cakupan imunisasi juga bisa terus meningkat,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait