CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Kadu, Kecamatan Curug, memberikan apresiasi kepada warga RT 01 RW 02 Kampung Kadu yang berhasil membudidayakan tanaman melon di atap rumah. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bertani dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Budidaya melon yang dilakukan dengan memanfaatkan area atap rumah itu kini telah membuahkan hasil. Melon yang dipanen memiliki kualitas yang baik dan berhasil dipasarkan, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi para pelakunya.
Kepala Desa Kadu, Muhamad Asdiansyah, mengatakan keberhasilan tersebut patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, kreativitas dan kemauan untuk berusaha menjadi modal utama dalam menciptakan peluang ekonomi, meski hanya memanfaatkan lahan yang terbatas.
“Atas nama Pemerintah Desa Kadu, saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga RT 01 RW 02 Kampung Kadu yang telah membuktikan bahwa bertani tidak harus memiliki lahan yang luas. Dengan memanfaatkan atap rumah saja, mereka mampu menghasilkan panen melon yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Muhamad Asdiansyah kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 2 Juli 2026.
Ia menilai, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan ruang yang tersedia menjadi sesuatu yang produktif.
“Ini membuktikan bahwa niat, kesungguhan, dan kreativitas jauh lebih penting daripada luasnya lahan. Ketika ada kemauan untuk belajar dan berusaha, lahan yang sederhana pun bisa menghasilkan panen yang melimpah serta memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga,” katanya.
Asdiansyah menegaskan, Pemerintah Desa Kadu berkomitmen untuk terus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Berbagai bentuk usaha yang dijalankan warga akan mendapat dukungan selama mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mendukung setiap bentuk usaha masyarakat, baik di bidang pertanian, UMKM, maupun usaha kreatif lainnya. Pemerintah desa akan selalu hadir memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki agar usaha warga dapat terus berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan panen melon tersebut juga menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar jika dikelola dengan cara yang inovatif dan mengikuti perkembangan teknologi budidaya.
“Jangan pernah berpikir bahwa bertani harus memiliki kebun yang luas. Hari ini warga kita sudah membuktikan bahwa atap rumah pun bisa menjadi lahan produktif. Ini adalah contoh nyata bagaimana kreativitas mampu mengubah ruang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat Desa Kadu untuk terus berani mencoba berbagai peluang usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Kadu agar terus kreatif dalam segala bidang. Jangan takut memulai usaha. Jika ada warga yang memiliki kemauan untuk mengembangkan usahanya dan membutuhkan dukungan ataupun pendampingan, silakan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Insyaallah kami akan berupaya membantu dan memberikan dukungan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Asdiansyah berharap, semakin banyak warga yang terinspirasi untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan produktif sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan desa.
“Semoga keberhasilan budidaya melon ini menjadi motivasi bagi warga lainnya. Kalau masyarakat terus kreatif dan saling mendukung, saya yakin Desa Kadu akan semakin maju, mandiri, dan memiliki banyak pelaku usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga maupun desa,” tutupnya. (*)











