TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026, jajaran BNN Kota Tangerang, melakukan kegiatan donor darah di ruang Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangerang, Jalan Mayjen Sutoyo, Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Rabu, 24 Juni 2026.
Kegiatan kemanusiaan ini menjadi momentum bagi BNN untuk memberikan pandangan terkait keamanan stok darah dari penyalahgunaan narkoba.
Namun demikian, BNN dan PMI belum menjalin terkait pencegahan transfusi darah dari pendonor yang terpapar narkoba hingga menyebabkan penyakit menular, seperti HIV/Aids.
“Kita belum ada MoU dengan PMI atau kerjasama kesepakatan untuk itu. Tapi, mungkin PMI pasti punya alat deteksi atau skrining darah, supaya hasilnya darah itu benar-benar layak digunakan pasien,” ungkap Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol Vivick Tjangkung usai melakukan donor darah.
“Saya lihat di sini juga belum ada prosedur tes urine bagi pendonor sebelum melakukan transfusi darah. Nah ini bisa menjadi masukan bagi kami untuk ditindaklanjuti dan dikordinasikan ke tingkat pusat, kaitan kerjasama ini,” sambungnya.
Menurut Vivick, PMI perlu melakukan penguatan sistem skrining menjadi perhatian ke depan. Terkait adanya kekhawatiran masyarakat mengenai potensi darah yang terkontaminasi penyakit menular akibat pendonor yang merupakan pengguna narkoba. Ia menilai PMI perlu adanya penambahan perangkat tes (tes kit) tambahan.
“Mungkin perlu ada penambahan tes, seperti tes kit untuk narkoba,” ujarnya.
Kombes Pol Vivick menyebut, hingga saat ini pendataan pengguna narkoba di wilayah Kota Tangerang belum memiliki riset akurat yang spesifik. Meski demikian, merujuk pada prevalensi nasional yang mencapai 2,1 persen atau sekitar 4 juta jiwa penduduk Indonesia.
“Saya tidak bisa bicara banyak. Saya berharap ada dukungan riset akurat dari para ahli agar penanganan kita tepat sasaran. Kendala anggaran juga membuat langkah kita dalam pengungkapan kasus belum bisa maksimal,” ungkapnya.
Vivick memaparkan, sepanjang tahun ini sebanyak ada 20 orang yang secara sadar datang ke BNN Kota Tangerang untuk menjalani rehabilitasi.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menutup diri dan aktif mendorong pecandu narkoba agar segera direhabilitasi.
“Jadi penguatan edukasi kepada pengguna untuk mau didorong melakukan rehabilitasi. Ini penting agar mereka bisa kembali produktif,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz











