SEPATANTIMUR,BANTENEKSPRES.CO.ID – Upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di tingkat layanan kesehatan dasar terus digenjot.
Puskesmas Kedaung Barat mencatat cakupan pelayanan kesehatan bagi orang dengan risiko terinfeksi HIV telah mencapai 1.602 orang atau 78,4 persen dari target tahunan sebanyak 2.043 sasaran hingga Agustus 2026.
Kepala Puskesmas Kedaung Barat dr. Salwah, melalui keterangannya yang disampaikan tim pengelola program menjelaskan, fasilitas pelayanan keshatan tidak mencatat kategori suspect secara terpisah, melainkan berfokus pada cakupan riil layanan populasi berisiko serta pendampingan pengobatan rutin bagi warga yang terdiagnosis positif atau Orang dengan HIV (ODHIV).
dr. Salwah menegaskan, penemuan kasus baru yang langsung masuk ke dalam akses pengobatan antiretroviral (ART) menjadi indikator penting dalam memutus rantai penularan di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat.
Sebanyak 50 ODHIV tercatat aktif menjalani terapi pengobatan rutin guna menekan viral load hingga tingkat undetectable.
Puskesmas mengimbau masyarakat kelompok berisiko tinggi agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dini (skrining HIV).
Kerahasiaan pasien dijamin penuh sesuai standar pelayanan medis, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan eliminasi HIV/AIDS.
Berikut Rekapitulasi Data HIV Puskesmas Kedaung Barat (Januari-Agustus) 2026.
● Target Sasaran Risiko HIV: 2.043 orang
● Capaian Layanan Risiko (sampai dengan Agustus): 1.602 orang (78,4 persen)
● ODHIV dalam pengobatan (per Agustus): 50 orang
● Penemuan dan Pengobatan Kasus Baru (Januari-Agustus 2026): 4 Kasus. (*)











