TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMK Prudent School yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Asyari, Kecamatan Cipondoh menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah bergabung dalam program sekolah swasta gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Banten. Kebijakan ini tidak hanya mendongkrak jumlah siswa, tetapi juga mendorong sekolah untuk terus mengoptimalkan fasilitas dan mutu pendidikan vokasi.
Sekolah kejuruan dibawah naungan Yayasan Adiputra ini memegang prinsip agar kegiatan belajar mengajar mampu mendatangkan motivasi yang kuat bagi siswa.
Kepala SMK Prudent School, Luthpi Hidayat mengatakan, program “sekolah gratis” yang bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Banten bertujuan guna meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.
Dikatakannya, pada dasarnya tidak ada pendidikan yang gratis sepenuhnya karena selalu ada pihak yang membiayai. Program ini merupakan bentuk subsidi dari Pemerintah Provinsi Banten melalui APBD.
” Berdasarkan peraturan, terdapat 5 aspek utama yang digratiskan oleh Pemprov Banten, diantaranya, Uang pendaftaran, Uang pangkal, Uang SPP dan Uang LKS,’ ungkap Luthpi saat dihubungi, Kamis, 17 September 2026.
Sedangkan untuk kebutuhan pribadi siswa, lanjut Luthpi, seperti seragam khusus tetap ditanggung secara mandiri.
Ia memaparkan, dengan bergabungnya SMK Prudent School ke dalam program sekolah gratis, jumlah pendaftar mengalami peningkatan. Pihak sekolah tidak membatasi jumlah siswa karena sifat program yang didukung penuh oleh pemerintah daerah. Kendati demikian, sekolah yang memiliki akreditasi A ini tetap berkomitmen menjaga mutu dan kualitas pendidikannya.
“Ya ada penambahan rombel (rombongan belajar) yang kini bertambah dari 4 kelas menjadi 6 kelas,” kata Luthpi.
“Kita tetap jaga kualitas pendidikan untuk tidak menurun meskipun saat ini menjadi bagian dari program gratis,” sambungnya.
Menurutnya, untuk menyiasati keterbatasan fasilitas, pihak sekolah mengoptimalkan ruangan yang ada, seperti memanfaatkan ruang laboratorium dan ruang kelas secara bergantian, mengingat belum adanya bantuan penambahan ruang dari pemerintah.
Saat ini SMK Prudent School memiliki 4 jurusan unggulan, yaitu, Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis (MPLB), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Luthpi menambahkan, sebagai sekolah vokasi, SMK Prudent School menerapkan konsep teaching factory melalui unit usaha bernama Prudent Office, sebuah kantor yang dikelola oleh para siswa.
“Konsep ini untuk mempersiapkan lulusan yang siap kerja,” ujarnya.
Dalam mencetak lulusan yang kompeten, tambah Luthpi, pihaknya menerapkan lima domain pembelajaran sebagai bingkai kecakapan siswa yakni, kepribadian siswa yang profesional. Hal ini guna membentuk sikap mental, keyakinan, dan akidah yang kokoh. Kemudian kecakapan hidup dasar (Life Skill)
“Kita membekali siswa agar mampu survive dan menghadapi problematika kehidupan melalui program pembinaan seperti super camp di kelas 2 dan city survival di kelas 3,” kata Luthpi.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan kecakapan belajar guna menguatkan kemampuan belajar cepat dan fokus melalui peran preventif bimbingan konseling (BK).
“Nah untuk di tengah masyarakat kami ingin peserta didik memiliki kemampuan komunikasi, dan interpersonal skill agar siswa siap bersaing. Kemudian di bidang Vokasional, technical skill yang selaras dengan jurusan masing-masing,” paparnya.
Ia berharap, upaya yang dikembangkan dalam sekolah kejuruan ini terus menjadi energi positif dan dapat mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman diharapkan lulusan kami dapat berperan dan memenuhi kebutuhan industri dan dunia usaha,” pungkasnya.(*)











