Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Minta Angka Anomali dalam Rapat Paripurna Dicek Ulang

 Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Munculnya sejumlah angka persentase yang mencapai ribuan persen saat penyampaian penjelasan Bupati Tangerang terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhammad Amud, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bupati Tangerang untuk memastikan keakuratan data yang disajikan dalam laporan tersebut.

Bacaan Lainnya

Sorotan itu muncul setelah dalam paparan laporan keuangan terdapat beberapa pos yang menunjukkan kenaikan persentase hingga ribuan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Amud, angka-angka tersebut perlu diverifikasi agar diketahui apakah memang mencerminkan lonjakan realisasi yang sangat besar atau sekadar kesalahan penulisan.

“Tadi ada beberapa nilai persentase yang angkanya mencapai ribuan. Ini akan kita cross-check di dokumen pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025, apakah sinkron atau memang ada salah ketik yang menyebabkan persentasenya terlihat begitu besar,” kata Amud, Senin 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Wakil Bupati Tangerang sebelumnya juga sempat mempertanyakan angka-angka tersebut secara langsung kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyusun laporan. DPRD pun akan mencocokkan paparan yang disampaikan dengan dokumen resmi yang diterima untuk memastikan tidak ada kekeliruan.

“Ibu Wakil Bupati tadi langsung meng-cross-check kepada OPD, apakah ini salah ketik atau memang seperti itu realisasinya. Nanti akan kita sandingkan dengan dokumen yang kita terima,” ujarnya.

Amud menegaskan, apabila ditemukan kesalahan input data, bukan berarti harus dilakukan pembukuan ulang. Namun, OPD terkait wajib melakukan koreksi dan meningkatkan ketelitian dalam penyusunan laporan keuangan.

“Bukan pembukuan ulang, tetapi harus ada koreksi. Ke depan harus lebih hati-hati dalam menginput angka dan data, karena ini dokumen yang terbuka untuk umum, dilihat dan dibaca oleh masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, kesalahan sekecil apa pun dalam penyajian data dapat memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta lebih cermat dalam menyusun ringkasan, sambutan maupun paparan yang berkaitan dengan laporan keuangan daerah.

“Ini perlu kehati-hatian karena menyangkut angka dan nilai. Jangan sampai menimbulkan persepsi-persepsi lain di masyarakat,” tambahnya.

Meski menyoroti adanya angka yang dinilai anomali, Amud mengapresiasi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Tangerang secara keseluruhan pada tahun 2025. Berdasarkan paparan yang diterima DPRD, mayoritas indikator menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satunya terlihat dari realisasi pendapatan daerah yang melampaui target. Dari target sekitar Rp8 triliun lebih, realisasi pendapatan daerah berhasil mencapai Rp9,05 triliun.

“Secara umum kita melihat semuanya mengalami peningkatan. Target yang ditetapkan mampu dilampaui, sehingga capaian tersebut tentu kita apresiasi,” katanya. (*)

 

 

 

Pos terkait