Hari Terakhir ASAS, Siswa Kelas 1 SDN Larangan 6 Berkreasi Membuat Menara dari Kertas Warna-Warni

Hari Terakhir ASAS, Siswa Kelas 1 SDN Larangan 6 Berkreasi Membuat Menara dari Kertas Warna-Warni
Hari terakhir ASAS, siswa-siswi SDN Larangan 6 membuat menara dari kertas warna-warni yang dibawa dari rumah masing-masing, Sabtu 6 Juni 2026. Foto: Dhuyuf/Bantenekspres.co.id

LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana berbeda terlihat pada hari terakhir pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) di kelas 1 SDN Larangan 6, Sabtu (6/6/2026). Setelah menyelesaikan ujian, para siswa diajak berkreasi membuat menara dari kertas lipat warna-warni yang mereka bawa dari rumah.

Guru kelas 1 SDN Larangan 6, Ruliya, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mengasah kreativitas siswa.

Bacaan Lainnya

“Hari terakhir ASAS kami isi dengan kegiatan membuat menara dari kertas warna-warni. Kertasnya dibawa sendiri oleh siswa dari rumah, sedangkan guru hanya memberikan contoh cara melipat dan menyusunnya,” ujar Ruliya, Minggu 7 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan sederhana tersebut memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih motorik halus, konsentrasi, serta kesabaran.

“Melalui kegiatan melipat kertas seperti ini, anak-anak belajar untuk teliti, sabar, dan mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Mereka juga belajar menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menyusun hasil lipatan kertas menjadi menara dengan ukuran dan kombinasi warna yang beragam. Antusiasme mereka pun terlihat tinggi.

Ruliya mengaku senang melihat kreativitas anak-anak yang tidak hanya mengikuti contoh, tetapi juga berani membuat desain sesuai imajinasi masing-masing.

“Saya melihat anak-anak sangat bersemangat. Ada yang mengikuti contoh yang saya berikan, ada juga yang mencoba membuat kreasi sendiri dengan memadukan warna-warna yang mereka sukai,” tuturnya.

Ia menilai pembelajaran tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan lembar soal. Kegiatan praktik sederhana justru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa sekolah dasar.

“Anak-anak usia kelas 1 lebih mudah belajar melalui kegiatan langsung. Ketika mereka memegang, melipat, dan menyusun sendiri, mereka mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna,” ucapnya.

Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut juga membantu menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Setelah menara selesai dibuat, masing-masing siswa memperlihatkan hasil karyanya di depan teman-teman dan guru.

“Mereka tampak bangga ketika berhasil menyelesaikan menaranya. Hal-hal seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam menunjukkan hasil karyanya,” kata Ruliya.

Ia berharap kegiatan kreatif seperti ini dapat terus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.

“Saya berharap anak-anak tetap semangat belajar dan berani berkreasi. Kegiatan sederhana seperti membuat menara dari kertas ternyata bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi mereka,” pungkasnya.

Kegiatan membuat menara dari kertas warna-warni menjadi penutup yang berkesan pada hari terakhir ASAS kelas 1 SDN Larangan 6. Di tengah tawa dan semangat para siswa, kreativitas dan keceriaan tumbuh menjadi bagian penting dari proses belajar mereka. (*)

Pos terkait