Sekcam Panongan Imbau Pedagang Jual Hewan Kurban Sehat dan Jaga Kebersihan

Sekcam Panongan Rizki Rizani Fachzi mendampingi tim gabungan dari Kabupaten Tangerang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Desa Renca Iyuh, Kecamatan Panongan. Randy/Bantenekspres.co.id

 

PANONGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, tim gabungan Kabupaten Tangerang melaksanakan monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan. Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Panongan, Rizki Rizani Fachzi.

Bacaan Lainnya

Monitoring dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Pemeriksaan dilakukan langsung terhadap sejumlah hewan kurban milik pedagang di wilayah tersebut.

Sekcam Panongan Rizki Rizani Fachzi mengatakan, kegiatan monitoring ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang Idul Adha.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat dan layak untuk dikurbankan. Tentunya kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban,” ujar Rizki Rizani Fachzi kepada Bantenrkspres.co.id, Senin 25 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Rizki juga melihat langsung proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukan oleh tim gabungan Kabupaten Tangerang. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kesehatan mulut, mata, kulit hingga kelayakan hewan untuk dijadikan kurban.

“Kami bersama tim gabungan melakukan pengecekan secara langsung agar hewan yang nantinya dibeli masyarakat tidak bermasalah dan sesuai dengan ketentuan. Hewan kurban yang layak tentu boleh diberikan kepada masyarakat saat Idul Adha,” katanya.

Selain memastikan kesehatan hewan, pihak kecamatan juga memberikan imbauan kepada para pedagang hewan kurban agar tetap mematuhi aturan selama berjualan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pedagang hewan kurban di Kecamatan Panongan agar menjual hewan yang sehat dan sesuai aturan. Jangan sampai ada hewan yang kondisinya kurang baik dijual kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga meminta, para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar lokasi penjualan hewan kurban agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.

“Kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan. Kotoran hewan jangan sampai menimbulkan bau ataupun mengganggu masyarakat sekitar. Jadi bukan hanya kesehatan hewannya saja yang dijaga, tetapi kebersihan lokasi penjualan juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Rizki menambahkan, pihak Kecamatan Panongan hanya mendampingi tim gabungan Kabupaten Tangerang dalam pelaksanaan monitoring tersebut. Namun demikian, dirinya berharap seluruh hewan kurban yang dijual di wilayah Panongan benar-benar memenuhi standar kesehatan.

“Kami mendampingi tim gabungan dari Kabupaten Tangerang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Harapannya tentu seluruh hewan yang dijual aman, sehat dan layak sehingga masyarakat tidak khawatir saat membeli,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait