Satu Tahun Kepemimpinan Zakiyah Najib, Enam Program Prioritas Terlaksana Begini Rinciannya

Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan saat diwawancarai wartawan beberapa hari lalu. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

 

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tepat bulan ini satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah – Muhammad Najib Hamas, dari 2025 sampai 2026 banyak program yang telah dilaksanakan khususnya pada program prioritas daerah dalam mewujudkan Kabupaten Serang bahagia.

Bacaan Lainnya

Ada enam program prioritas yang telah terlaksana dalam satu tahun kepemimpinannya, mulai dari peningkatan kualitas pada SDM tenaga pendidik, sarana prasarana pendidikan dasar, wajib belajar diniyah, pelayanan kesehatan dan penurunan sunting, kedua ada penataan ruang publik terpadu dan peningkatan infrastruktur, ketiga peningkatan tata kelola pemerintahan yang handal.

Kemudian keempat peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor unggulan, pariwisata, budaya, dan kreatif, kelima peningkatan akses air layak minum, sanitasi, kawasan kumuh, dan lingkungan hidup berkelanjutan, terakhir peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Kepala Badan Perencanaan, Pengembangan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang Devid Hermawan mengatakan, untuk capaian kinerja dari program prioritas pertama yaitu dalam peningkatan SDM pendidikan telah dilakukan Bimtek guru Mapel SMP sebanyak 1.740 orang, Bimtek guru, Kepsek dan pengawas sebanyak 196 orang.

Kemudian beasiswa tenaga pendidik telah terlaksana untuk S2 UPI sebanyak 24 orang, PPG PAI sebanyak 113 orang, PAUD sebanyak 172 orang, lalu ada beasiswa peserta didik untuk SD ada 1.400 siswa, SMP 1.445 siswa, lalu siswa yang berprestasi dalam perlombaan sebanyak 6.855 siswa SD & SMP.

Selanjutnya ada sarana prasarana telah dilakukan rehabilitasi ruang kelas 2025 sebanyak 14 ruang SD dan SMP, pembangunan Sarpras lima unit sekolah dengan rincian SD 442 paket mebelair, dan SMP 109 paket mebelair, lalu terakhir ada tata kelola dan layanan pendidikan yaitu, pembinaan SD sebanyak 735 sekolah dan SMP sebanyak 207 sekolah, pengelolaan BOS sebanyak 947 sekolah, buku teks sebanyak 8.183 buku, dan pelatihan dan peningkatan kapasitas 285 orang.

“Ini untuk sektor pendidikan dalam satu tahun ini sudah terlaksana,” katanya, Senin 25 Mei 2026.

Devid melanjutkan, capaian kinerja selanjutnya ada jalan dan jembatan yaitu rekonstruksi jalan kabupaten sepanjang 2,1 kilometer, rekonstruksi jalan desa 14,15 kilometer, pemeliharaan rutin jalan 13,50 kilometer, sampai sekarang masih terus berjalan.

Selanjutnya infrastruktur dasar yaitu, Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 555 unit, pembangunan dan peningkatan jalan desa 13,68 kilometer, penanganan air limbah dan drainase 16 titik, lalu Sumber Daya Air (SDA) dan lingkungan yaitu, operasi dan pemeliharaan irigasi, tanggul dam tebing sungai, pembangunan dan rehabilitasi drainase perkotaan, rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani.

“Kemudian ada penataan ruang dan kawasan yakni, penerbitan KKPR untuk 52 layanan atau 14 rekomendasi ditambah 38 informasi ruang, revisi RTRW sedang tahap lelang konsultansi, penyelesaian pembangunan Gedung DKBP3A di Puspemkab Serang masih proses. Terkahir untuk transportasi dan fasilitas, ada pemeliharaan terminal dan perlengkapan jalan, serta penguatan sistem transportasi dan fasilitas pendukung,” ujarnya.

Dikatakan Devid, ada peningkatan tata kelola pemerintahan yang handal capaian kinerjanya yakni, pembinaan dan evaluasi dilakukan Bimtek ke 29 camat, monitoring dan evaluasi SAKIP dan pelayanan publik ke 29 kecamatan serta OPD, lalu ada Bimtek pengadaan barang dan jasa untuk 55 peserta ditambah seluruh KPA.

Selanjutnya ada manajemen ASN telah dilakukan yaitu, asesmen talenta ASN untuk 1.885 pegawai, pengangkatan PPPK paruh waktu 6.054 pegawai, promosi dan mutasi 261 jabatan, pendidikan lanjutan ASN untuk 698 orang.

Ada juga digitalisasi layanan publik yaitu, layanan Adminduk digital ada aplikasi Serba Digi, kerjasama Aku Desa Digital untuk 116 desa, lalu ada kerjasama Faskes atau Balung Anak untuk 10 mitra, waktu layanan Adminduk kurang lebih 15 menit.

“Kemudian, sinergi dan kinerja daerah telah melakukan audiensi ke 20 kementerian, realisasi pajak daerah melampaui target, penghargaan pemungutan pajak dari Provinsi Banten, terakhir ada penguatan kelembagaan dan masyarakat yakni, pembinaan aparatur desa untuk 200 orang dan BPD 250 orang, pemberdayaan perempuan untuk 150 orang, pendidikan politik dan wawasan kebangsaan kurang lebih 450 orang, serta Paskibraka sebanyak 55 orang,” ucapnya.

Devid melanjutkan, pada peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor unggulan, pariwisata, budaya dan kreatif capaian kinerjanya yakni, ada ketahanan pangan dan lingkungan telah dilakukan perbaikan irigasi sawah seluas 468,5 hektare, lahan tanam seluas 376 hektare, dan ruang terbuka hijau seluas 370 hektare.

Kemudian untuk koperasi dan UMKM yaitu, telah dilakukan fasilitasi koperasi sebanyak 326 unit, pengawasan koperasi ke 53 unit, SDM koperasi sebanyak 782 orang, wirausaha pemula untuk 550 UMKM, pengembangan usaha mikro untuk 120 unit usaha.

“Terdapat juga perdagangan dan ekspor yaitu, misi dagang 20 pelaku usaha, pembinaan ekspor untuk 40 produk, metrologi legal ke 13 pelaku usaha, promosi produk dalam negeri ke 10 UMKM. Lalu untuk investasi dan perizinan, telah dilakukan pelayanan perizinan untuk 4.251 pelaku usaha, konsultasi perizinan untuk 86 pelaku usaha, monitoring usaha 34 kegiatan, penyelesaian kendala usaha 26 kegiatan, Bimtek pelaku usaha 98 peserta, promosi investasi ada 2 kegiatan, terkahir pariwisata telah dilakukan sarana prasarana destinasi wisata sebanyak 31 unit,” tuturnya.

Sedangkan untuk peningkatan akses air layak minum, sanitasi, kawasan kumuh dan lingkungan hidup berkelanjutan, kata Devid, capaian kinerjanya yaitu mulai dari penataan permukiman telah dilakukan, penanganan kawasan kumuh seluas 10,06 Hektare di 2025 yang diakumulatif dari 2024 sampai 2025 seluas 34,60 hektare, jalan lingkungan dan PSU perumahan 54 paket, fasilitas kawasan kumuh ada 14 paket ditambah 48 APAR.

Kemudian untuk air minum dan sanitasi mulai dari, penguatan kelembagaan SPAM 24 lembaga, pembangunan SPAM sembilan liter, optimalisasi SPAM empat unit, SPALD atau sanitasi 80 rumah tangga, lalu untuk persampahan telah dilakukan kapasitas pengolahan untuk 10 ton perhari, optimalisasi fasilitas satu unit, dan pengelolaan sampah 53.234,89 ton.

“Selanjutnya ada tanggap bencana, normalisasi sungai sepanjang empat kilometer di lima titik, perkuatan tebing lima titik di tiga kecamatan, penanganan darurat di tiga ruas jalan dan enam jembatan. Terkahir aksi sosial yaitu, gerakan ASN peduli bencana di 29 kecamatan, dan bantuan sebanyak 10.695 kilogram beras ditambah ribuan paket logistik,” katanya.

Dikatakan Devid, terakhir peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, untuk capaian kinerjanya yaitu mulai dari pemberdayaan perempuan ada peningkatan kapasitas 100 persen, PEP untuk 147 peserta, kepemimpinan perempuan 20 peserta, wirausaha perempuan 101 peserta, public speaking ada 44 peserta.

Pelatihan UPPKA telah 100 persen untuk 30 peserta, pembinaan PEP telah 40 persen untuk dua dari lima kecamatan, Bimtek wirausaha perempuan on progress ditargetkan 60 peserta, lalu perlindungan sosial dan perumahan yakni RTLH untuk 218 unit dari APBD ditambah 239 unit non APBD, dan sisa 7.122 unit dari 8.196 unit, ada bantuan sosial untuk 30 KUBE atau Rp15 juta per kelompok, 1.396 UEP atau Rp2,5 juta.

“Ada jaminan sosial capaian kinerjanya yakni, BPJS Ketenagakerjaan pekerja rentan untuk 7.690 kader Posyandu, 2.000 kelompok tani, 1.000 UEP, dan lainnya, peningkatan kapasitas sosial untuk pekerja sosial 40 orang, TKSK 29 orang, keluarga 49.333 keluarga, lembaga sosial untuk tiga lembaga. Terkahir pemberdayaan desa dan layanan Sosial yaitu, penataan kewenangan desa untuk 100 desa, Sarpras desa untuk 326 desa, Job fair untuk 413 tenaga kerja, transmigrasi 60 KK, dan layanan anak untuk 129 anak,” ujarnya. (*)

 

Pos terkait