SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel meningkatkan pengawasan peredaran pangan menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di Pasar Serpong, petugas menemukan sejumlah makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil rhodamin B.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel Heru Agus Santoso mengatakan, sidak dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
“Hasil sidak ditemukan mi kuning dan tahu yang positif mengandung formalin serta kue mangkok yang mengandung pewarna rhodamin B. Produk tersebut langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Heru, seluruh produk yang ditemukan mengandung bahan berbahaya berasal dari luar wilayah Kota Tangsel. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait untuk menelusuri asal produsen makanan tersebut.
“Barangnya tentu tidak boleh dijual lagi. Kami juga meminta pedagang untuk tidak mengambil barang dari produsen yang sama,” tambahnya.
Selain melakukan penarikan produk dari peredaran, Pemkot Tangsel juga akan memberikan pembinaan kepada produsen agar tidak lagi menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya dalam proses produksi.
“Kami akan lakukan pembinaan dan teguran kepada produsennya supaya tidak lagi menggunakan bahan berbahaya,” jelasnya.
Selain pengawasan pangan, sidak tersebut juga memantau perkembangan harga bahan pokok menjelang Iduladha. Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, terutama telur ayam dan ayam potong.
Heru mengungkapkan, harga telur ayam naik sekitar Rp1.000 per kilogram dalam dua hari terakhir. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp27 ribu, kini naik menjadi Rp28 ribu per kilogram.
“Kenaikan ini karena pasokan dari daerah asal memang berkurang,” katanya.
Sementara harga ayam potong juga mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp35 ribu kini berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Untuk komoditas cabai, kenaikan terjadi pada cabai rawit merah dan cabai keriting merah. Cabai rawit merah diketahui sudah mengalami kenaikan sejak dua hingga tiga pekan terakhir, sedangkan cabai keriting merah mulai naik dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, Heru memastikan stok beras di wilayah Kota Tangsel masih aman dengan harga yang relatif stabil. Sementara bawang putih justru mengalami penurunan harga karena pasokan dinilai cukup. “Untuk beras stok aman dan harga masih stabil. Kalau bawang putih justru turun,” tuturnya.
Terkait minyak goreng, Heru mengakui sebelumnya sempat terjadi kelangkaan di lapangan. Namun kondisi tersebut kini mulai membaik setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Banten dan distributor.
“Pedagang juga kami fasilitasi agar bisa mengakses pembelian langsung ke Bulog,” ungkapnya.
Pemkot Tangsel juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha, salah satunya melalui operasi pasar di sejumlah titik.
“Kami sudah meminta dinas terkait melakukan operasi pasar bersama Bulog dan pihak lain agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan harga terkendali,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Serpong, Sahid mengaku harga beberapa bahan pokok memang mengalami kenaikan meski tidak terlalu tinggi. Namun, kenaikan signifikan terjadi pada komoditas kacang tanah kupas.
“Harga kacang tanah sebelumnya Rp25 ribu sekarang jadi Rp40 ribu per kilogram. Naiknya sejak bulan puasa lalu,” ujarnya.
Menurut Sahid, tingginya harga membuat penjualan kacang tanah menurun drastis. Jika sebelumnya ia bisa menjual sekitar 10 kilogram per bulan, kini hanya sekitar 2 kilogram. “Penjualannya turun jauh karena harga sekarang mahal,” tutupnya. (*)











